BANTUL – Para politisi di gedung parlemen pusat sedang heboh memperdebatkan sistem dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019. Muncul dua kubu yang saling berseberangan pendapat. Satu pihak mendukung proporsional terbuka, pihak lain ingin mengubah sistem pileg yang diterapkan sejak 2009 itu, dengan mengusung sistem proporsional tertutup.

Lepas persoalan di pusat, para elit politisi daerah tak mau ketinggalan. Mereka menggalang suara untuk member warna kancah perpolitikan. Sebaliknya, mereka juga tidak mau terpengaruh kebijakan pusat. Salah satunya muncul dari DPD PAN Bantul. Partai berlambang matahari itu optimistis, pileg 2019 tetap menggunakan sistem proporsional terbuka.

Karena itu, DPD PAN Bantul berencana menggelar sosialisasi pendaftaran calon legislatif (caleg) secara terbuka pada Agustus. “Kami yakin tidak akan ada perubahan sistem,” ujar Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto kemarin (5/6).

Penjaringan caleg merupakan amanat Rakerda DPD PAN Bantul yang digelar di Balai Desa Gilangharjo, Pandak akhir pekan lalu.

Ardi mengklaim bahwa hasil rakerda sejalan dengan amanat kongres dan rakerna PAN.

Dalam konteks nasional, lanjutnya, PAN sebagai garda terdepan kubu pendukung proporsional terbuka. Persis pileg 2014. Sebagai pengurus partai di tingkat kabupaten, DPD PAN Bantul siap mengamankan garis DPP PAN. Setelah sosialisasi, DPD PAN bakal menggelar pendaftaran caleg.

Ardi mengakui jika dua sistem pemilu yang pernah diberlakukan memiliki plus-minus. Kendati demikian, proporsional terbuka dianggap paling demokratis. Mengingat, sistem ini membuka peluang bagi siapa saja menjadi wakil rakyat. Adapun sistem proporsional tertutup rentan dimonopoli petinggi partai. Sebab, penentuan caleg melalui nomor urut. Bukan suara terbanyak.

Terlepas dari itu, Wakil Ketua II DPRD Bantul ini tak menutup mata dengan kelemahan sistem proporsional terbuka. Yakni, terbukanya peluang money politic. Caleg bisa gelap mata meraih dukungan dengan memberikan iming-iming uang.

“Tapi bukan berarti sistemnya yang harus diubah. Sanksinya yang harus dipertegas,” tandasnya.

Sebagai partai modern, DPD PAN ingin menciptakan demokrasi yang sehat di internal partai. Kader partai bebas berlomba dengan pengurus partai memperebutkan dukungan rakyat pada pileg 2019.(zam/ong)