BANTUL – Aktivitas wisata di Pantai Kuwaru kemarin (6/6) lumpuh. Itu menyusul gelombang pasang yang menerjang destinasi di Kelurahan Poncosari, Srandakan sejak Minggu (5/6).

Para pedagang pun pilih tak berjualan selama seharian kemarin. Mereka kerja bakti membersihkan puing-puing kios mereka yang berserakan karena diterjang gelombang laut.

Sutijah, salah satu penjual ikan, pilih berhenti jualan sementara waktu hingga kondisi gelombang laut kembali normal. “Hari ini (kemarin) pengunjung juga sepi,” keluhnya.Bagi Sutijah, gelombang tinggi bukanlah hal baru.

Hampir setiap tahun Pantai Kuwaru selalu diterjang gelombang pasang, yang berdampak kerusakan infrastruktur. Kendati demikian, Sutijah menilai dampak kerusakan gelombang pasang kali ini tidak separah tahun lalu. “Sudah seminggu ini ada beberapa kali abrasi,” ungkapnya.

Sri Amanati, penjual ikan lainnya, menuturkan bahwa fenomena alam tersebut berlangsung cukup cepat. Hanya dalam hitungan detik air laut meluap hingga lima meter dari bibir pantai. Beberapa warung terkena dampaknya.

Babinkamtibmas Polsek Srandakan Aiptu Dalija mengatakan, gelombang tinggi tidak hanya menerjang Pantai Kuwaru. Pantai Baru Pandansimo juga mengalami hal serupa. Air laut masuk daratan hingga lima meter. “Demi keamanan, nelayan kami imbau berhenti melaut sementara waktu,” ujarnya.(zam/yog/ong)