KULONPROGO-Angka kemiskinan di Kecamatan Lendah masih cukup tinggi. Dari total 13.966 keluarga, sebanyak 4.888 di antaranya masuk kategori miskin. Mereka tersebar di enam desa atau 62 pedukuhan. Angka tersebut berdasarkan data tahun 2015. “Angka ini cukup memprihatinkan,” ujar Camat Lendah Sumiran Rabu(1/6).

Menurut Sumiran, di tengah kondisi seperti ini, sangat dibutuhkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dengan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan. Dan sejauh ini masyarakat cukup antusias untuk bergotong royong. “Beberapa kali program pembangunan dan bantuan secara fisik juga dikerjakan masyarakat secara bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan gotong royong sangat terlihat saat ada program bedah rumah. Mereka bahkan sudah melakukan gotong royong membangun 69 unit rumah warga. Anggaran diambilkan dari APBD, Baznas, CSR, BAZ kecamatan, dan APBDes total senilai Rp 702,4 juta. “Tak kalah peran serta warga untuk berswadaya dalam pembangunan tersebut. Bahkan, nilainya mencapai Rp 902 juta. Tahun ini 8 bedah rumah dengan bantuan dana Rp 92,360 juta. Sedangkan swadaya masyarakat mencapai Rp 102 juta,” katanya.

Bantuan-bantuan tersebut menumbuhkan swadaya masyarakat begitu besar. Dia menyebut, dana bantuan sejak 2015 hingga Januari 2016 nilainya mencapai Rp 3.788.471.526 dan mampu menumbuhkan swadaya masyarakat hingga Rp 2.463.464.120.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengapresiasi kepedulian masyarakat di kecamatan Lendah. Ia bahkan meyakini swadaya masyarakat jika ditambah pengorbanannya nilainya jauh lebih besar dari yang sudah terhitung selama ini. “Ini sangat mengagumkan. Saya belum pernah melihat gotong royong masyarakat sebanyak ini,” ucapnya, usai meninjau kerja bakti pembuatan corblok di pedukuhan Mendiro Gulurejo Dan Pedukuhan Nglatihan I Ngentakrejo baru-baru ini. (tom/din/ong)