KULONPROGO-Polres Kulonprogo memberikan perhatian khusus terhadap kasus perampokan MD Toserba di Jalan Daendels, Dusun Dukuh, Desa Sindutan, Kecamatan Temon yang teradi Jumat (3/6) lalu. Dalam proses pengungkapan, Polres Kulonprogo melibatkan Polda DIJ dan Polda Jawa Tengah (Jateng).

Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi menyatakan, kerja sama ini dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Terlebih para pelaku sempat membawa kabur truk milik korban. “Dengan kerja sama ini kami optimistis segera bisa mengungkapkan kasus ini,” katanya kemarin (6/6).

Dijelaskan, jajaran Polres tetangga yang diajak bekerjasama untuk membantu melakukan penyelidikan yakni Polres Bantul, Sleman, Kota Jogja, dan Polres Gunungkidul (Polda DIJ). Sementara dari Poda Jateng di antaranya Polres Magelang, dan Polres Purworejo. “Saat ini kami bersama Tim Inafis Polda DIJ juga masih melakukan analisis hasil olah TKP,” jelasnya.

Menurutnya, analisis juga dilakukan terhadap keterangan sejumlah saksi. Di antaranya saksi Farah Nada, 18, (putri korban), Naili Zulfa, 19, (kemenakan korban), serta sejumlah tetangga korban Dwi Susilo Nugroho, 31, Rian, 31, dan Indro, 31. “Berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi itu penting untuk melakukan profiling dugaan pelaku,” ujar AKBP Nanang.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Anton menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan dugaan sementara belum ada. “Kami masih terus dalami kasus ini,” tambahnya.

Kapolsek Temon Kompol Susilo menuturkan, ada beberapa nama yang sempat diduga korban merupakan pelaku perampokan tersebut. Namun nama-nama yang diduga menjadi pelaku ini, sedang didalami kebenarannya.

“Kami berharap, kasus ini bisa segera terungkap,” ujarnya.

Pasca peristiwa perampokan tersebut, Polres Kulonprogo bersama jajaran Polsek di tiap-tiap kecamatan meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi peristiwa serupa tidak terulang. Masyarakat juga diminta waspada dan berhati-hati, mengingat berbagai kejahatan termasuk perampokan rawan terjadi, terlebih menjelang hari raya Lebaran.

Seperti diketahui, kawanan perampok beraksi di minimarket MD milik Susilo, 45, Jumat (3/6) dini hari sekitar pukul 01.00. Kawanan perampok itu diduga berjumlah hampir 10 orang. Mereka membawa berbagai senjata tajam seperti celurit, pisau, dan keling.

Selain membawa truk dan sejumlah barang berharga (TV LCD, laptop, empat HP, serta perhiasan dan uang tunai sekitar Rp 10 juta, Red) kawanan perampok sempat menyekap, menganiaya dan nyaris memperkosa anak korban. (tom/din/ong)