Harnum Kurniawati/Radar Jogja
DITATA SAJA: Keberadaan pengajian Pahingan dimanfaatkan pedagang untuk berjualan. Pedagang senang, karena sekalian bisa mendengarkan pengajian.
MAGELANG – Rencana pemanggilan Dinas Pengelola Pasar (DPP) oleh Komisi B DPRD Kota Magelang terkait relokasi Pasar Minggu Pahing (Pahingan) mengalami penundaan. Alasan penundaan karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo mengatakan, penundaan dilakukan karena ditakutkan membuat puasa terganggu kekhusyukannya. Belum diketahui penundaan akan sampai kapan.

“Karena ini kan bulan puasa, jadi lebih baik kita cooling down dulu. Biar kami kaji dulu juga sebelum nanti kami panggil DPP,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, (6/6).

Meskipun ditunda, Waluyo berharap pihak eksekutif seperti DPP dan wali kota untuk tidak diadakan relokasi. Pihaknya mendorong untuk Pahingan tetap ada, hanya saja ditata sedemikian rupa.

“Semoga ada hikmah dari puasa kali ini, agar Pahingan nantinya tetap ada dan hanya ditata saja. Nanti tetap kita adakan dengar pendapat oleh pihak DPP,” kata pria yang juga ketua Partai Demokrat itu.

Terpisah, Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beriman (FKUB) Agung Pramudianto menyayangkan sikap pemerintah jika relokasi tetap berjalan. Seharusnya dewan bisa melakukan tugasnya sebagai aspirasi masyarakat, karena Pahingan tidak bisa terpisahkan dari pengajian Minggu Pahing.

“Kepala Daerah kita kan sudah mengampanyekan untuk turut serta dalam melestarikan kebudayaan dan tradisi. Dan Pahingan ini kan juga termasuk salah satu kebudayaan yang dipunyai Kota Magelang. Seharusnya ikut dilestarikan,” kata Agung.

Dia juga mengatakan sudah menyampaikan aspirasi mengenai Pahingan kepada ketua DPRD Kota Magelang. Selain itu, Agung juga mengutarakan tentang maraknya pasar modern yang ada di Kota Magelang.

“Sementara banyak pasar modern di Kota Magelang, justru Pahingan yang akan direlokasi. Ini justru akan mematikan para pedagang kecil. Apalagi akan direlokasi ke Lapangan Rindam IV/Diponegoro, sudah tidak pas,” ungkap Agung. (nia/laz/ong)