JOGJA-Ada kejanggalan dibalik rencana penataan pedagang di sisi Stasiun Tugu. Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja yang selama ini menarik retribusi dari 85 pedagang di kawasan tersebut malah angkat tangan. Dinlopas justru lempar handuk dan menyerahkan semua data pedagang ke PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Padahal, pemkot dan PT KAI memiliki rencana berbeda dalam konsep penataan kawasan stasiun. Pemkot Jogja hanya akan menata lingkungan bekas Pasar Kembang itu. Dengan begitu, pedagang tetap bisa mengais rezeki di sekitar kawasan tersebut.

Sebaliknya, tak ada istilah kasihan bagi PT KAI. Pedagang akan digusur. Manajemen perusahaan BUMN itu memberi tenggang waktu sampai Juli. Kawasan itu harus bersih dari lapak pedagang. PT KAI akan menyediakan kendaraan angkutan untuk mengemasi barang-barang milik pedagang.

Kepala Bidang Pemanfaatan Lahan dan Pengelolaan Retribusi Dinlopas Kota Jogja Wido Sunarko enggan memberi penjelasan terkait hal itu. “Nanti saja,” kelitnya kemarin (6/6).

Sampai saat ini, Pemkot Jogja memang belum memutuskan rencana implementasi penataan kawasan Stasiun Tugu. Kendati demikian, Wali Kota Haryadi Suyuti sempat mengingatkan PT KAI agar menahan diri. Pemkot Jogja akan mencarikan solusi atas rencana penggusuran tersebut. “Kami sedang carikan tempat penggantinya. Sampai saat ini, masih terus koordinasi dengan pemkot,” jelasnya.

Executive Vice President PT KAI Daerah VI Jogjakarta Hendy Helmi mengklaim bahwa lahan di sisi barat-selatan stasiun dan Jalan Pasar Kembang sebagai milik PT KAI. Nantinya, trotoar yang selama ini ditempati pedagang akan difungsikan kembali untuk pejalan kaki.

Hendy mengakui penataan itu tidak hanya sekedar pembenahan Stasiun Tugu. Namun, Jalan Pasar Kembang menjadi bagian penataan kawasan Malioboro. “Kami akan bangun trotoar yang bagus untuk pedestrian. Akan dibangun selasar agar pejalan kaki tidak kepanasan dan kehujanan,” jelasnya.

PT KAI juga berencana memperlebar jalan di kawasan tersebut agar tidak selalu menimbulkan krodit arus lalu lintas.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kembang Rudi Tri Purnama melawan kebijakan PT KAI. Rudi menyatakan tetap akan bertahan. “Tidak akan pergi. Jangan senaknya memindah-mindahkan pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.

Rudi mengaku saat ini pedagang masih berupaya mencari perlindungan supaya tidak tergusur dari lokasi yang mereka tempati sejak puluhan tahun itu. Mereka juga akan beraudiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja.

“Ini merupakan rencana kedua. Tahun 2012 lalu PT KAI juga pernah akan menggusur kami. Tapi tidak jadi. Mungkin ini momentum saat ada penataan di Malioboro,” tudingnya. (eri/ong)