Dewi/Radar Jogja
UJI MENTAL: Petinju muda potensial DIJ saat ujicoba dengan petinju muda Sragen belum lama ini.
JOGJA-Tim pelatih tinju pemusatan latihan daerah (Puslatda) DIJ memiliki program latihan keliling sasana. Hal ini dilakukan guna melatih mental para petinju muda jelang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) 2016. Dijelaskan Koordinator Pelatih Tinju Popwil Ferry Kuahaty, dari lima kali sesi latihan dalam satu minggu, ada dua kali anak-anak asuhnya diajak berpindah tempat latihan. Sedangkan tiga kali latihan lainnya, tetap berlokasi di Sasana Tinju Pertina DIJ.

“Dengan latihan ditempat berbeda-beda akan membangun rasa percaya diri atlet. Dari situlah mental dibangun,” katanya kemarin.

Selain membangun rasa percaya diri, berlatih di sasana berbeda juga akan memupuk kebersamaan para atlet dan senior. Latihan berpindah dari sasana satu ke sasana lain juga meminimalisir rasa jenuh para atlet. Karena mereka rata-rata masih berusia di bawah 17 tahun.

Namun dirinya mengakui, meski para atlet berasal dari berbeda daerah, namun spirit mereka untuk berlatih sangat tinggi.

“Meski jadwal latihan keliling bisa ke Kulonprogo ataupun Sleman. Tapi mereka tetap berangkat. Saya akui, spirit mereka memang luar biasa,” tuturnya.

Dikatakan, saat ini ada 15 petinju remaja yang mengikuti program Puslatda yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Popwil yang akan berlangsung bulan Oktober mendatang. Sejumlah 11 atlet putra dan empat atlet putri ini merupakan yang terbaik hasil seleksi yang sudah dilakukan oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ bersama Pengda.

“Hingga Popwil nanti kami akan terus latihan rutin, dan masih akan ada seleksi untuk mendapatkan tim inti Popwil,” ujarnya.

Petinju muda DIJ ini sudah lebih mantap dan memahami dasar-dasar tinju atau fundamental boxing itu sendiri. Karena itu yang terpenting dan harus dimiliki petinju muda seperti mereka. Para atlet juga sudah melakukan uji coba dengan atlet Sragen beberapa waktu lalu dan hasilnya cukup memuaskan.

“Kami bisa melihat perkembangan hasil latihan mereka selama ini, yang kurang akan kami perbaiki. Dengan adanya uji coba kami jadi tahu kelebihan dan kekurangan atlet. Nantinya porsi latihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet,” tandasnya. (dya/dem/ong)