MOMEN bulan Ramadan dimanfaatkan untuk menekan penyakit masyarakat (pekat). Itu yang dilakukan Polda DIJ. Kapolda DIJ Brigjen Polisi Prasta Wahyu Hidayat mengatakan, dari hasil rapat koordinasi Forkompinda menyepakati untuk menekan berbagai penyakit masyarakat yang ada di DIJ. Operasi tersebut, kata Prasta, didukung oleh jajaran Pemprov, DPRD, kejaksaan tinggi, dan unsur TNI.

“Semua mendukung operasi cipta kondisi penyakit masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat memberikan laporan jika ada pekat di lingkungan tinggalnya,” katanya kepada wartawan.

Selain miras dan petasan, polisi juga merazia salon plus-plus yang disinyalir digunakan untuk praktik mesum. Operasi tersebut, menurutnya, akan terus dilakukan hingga pekat dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Menghilangkan memang tidak mungkin, tapi terus berupaya agar bisa diminimalisasi. Ini baru langkah awal, nanti akan lebih gencar lagi,” tegasnya.

Untuk salon dan tempat hiburan, dia akan mengecek kembali perizinannya terkait jam operasionalnya. Menurutnya, semua pihak perlu lebih bijak agar di bulan Ramadan ini bisa beribadah dengan baik.

Dia mengatakan, untuk memberi efek jera dan menekan korban miras, pihaknya akan mengenakan pada penjual oplosan dengan pasal KUHAP yang lebih berat. “Jadi biar tidak usah ngoplos-ngoplos lagi. Hukumannya 15 tahun. Saya pesan kepada masyarakat jangan mau bunuh diri dan jangan mau jadi korban oplosan,” katanya.

Termasuk penjualan petasan, dalam jumlah kecil atau besar juga ditindak. Sebab, petasan juga sangat membahayakan dan menggangu selama ibadah puasa. Disinggung mengenai ormas yang nekat melakukan razia, Prasta tidak segan menindak secara pidana. Dia beralasan bahwa ormas tidak punya wewenang melakukan razia.

“Itu (razia) bukan tugasnya. Biarkan polisi saja yang bekerja. Ormas jika mendapat informasi adanya praktik penyakit masyarakat, cukup berikan informasi ke polisi, kami yang razia,” tandasnya.

Kemarin, Polda DIJ melakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar beberapa waktu lalu menjelang Ramadan. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain petasan sebanyak 18.932 biji, 6.837 botol minuman keras berbagai merek, 9 jeriken miras jenis ciu, 6 galon oplosan, 87 bungkus plastik ciu atau oplosan, 12 knalpot blombongan, sebuah senjata api dan juga senjata tajam. Keseluruhan barang bukti tersebut didapat dari operasi jajaran polres dan polsek-polsek di wilayah DIJ.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Korem 072 /Pamungkas Jogjakarta Kolonel Inf Helmi Tachejadi Soerjono mengatakan, pihaknya antusias mendukung dan akan membantu pelaksanaan operasi pekat jika diminta dan diperlukan. “Karena operasi ini sangat positif. Sebab kejadian miras kemarin memukul citra Jogjakarta, apalagi sampai ada yang tewas. TNI akan mendukung,” ujarnya. (riz/ila/ong)