GUNUNGKIDUL- Kasus pembacokan tujuh wisatawan di wilayah Gunungkidul mendapat perhatian serius Polres setempat. Satu per satu terduga pelaku dicokok dan digelandang ke Mapolres Wonosari untuk menjalani pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, tujuh terduga pelaku telah ditangkap. Termasuk seorang warga Jogjakarta berinisal D. Remaja 18 tahun itu dibekuk di wilayah hukum Polsek Patuk saat mengisi bahan bakar di sebuah SPBU.

“Dia (D) adalah satu satunya terduga pelaku yang usianya tidak lagi anak anak,” kata Mustijat kemarin (6/6).

Penangkapan D diharapkan dapat menyeret pelaku lain yang jumlahnya diperkirakan 50 orang. Polisi juga telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi. Yakni, di Pjanjan, Saptosari dan sekitar Paliyan.

Dari pengembangan penyelidikan, dua orang yang sebelumnya ditangkap akhirnya dilepaskan karena tidak terbukti sebagai pelaku. Mengingat sebagian pelaku masih dibawah umur, penyidikan perkara dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres setempat. “Kecuali pelaku yang ditangkap di Patuk. Dia ditangani Reskrimum ,” jelasnya.

Hingga kemarin Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi belum berani membeberkan nama-nama pelaku aksi brutal tersebut. Alasannya, penyidik belum punya cukup bukti untuk mengembangkan perkara lebih lanjut. “Kami cukup berhati-hati dalam mengungkap kasus ini,” katanya.

Sikap kehati-hatian itu tak lepas karena polisi tak ingin salah tangkap. Ngurah tak ingin orang-orang yang kebetulan membaur dengan rombongan para pelaku namun tidak terlibat justru menjadi kambing hitam. “Motif penganiayaan juga belum jelas. Masih kami dalami,” lanjut perwira menengah Polri dengan melati dua di pundak itu.

Sebagaimana diketahui, sehari menjelang Ramadan, gerombolan orang tak dikenal menganiaya para pengguna jalan raya di dua lokasi tersebut. Tanpa alasan jelas. Para korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.(gun/yog/ong)