SLEMAN–Menduduki posisi kedua klasemen Grup 5 ISC Seri B 2016, bisa dikatakan penampilan PSS Sleman cukup bagus. Dari lima pertandingan yang sudah dijalani mereka hanya sekali kalah saat bertandang ke markas Persinga Ngawi. Namun, penampilan Busari dan kawan-kawan dinilai masih belum konsisten dan harus ada perbaikan lagi.

“Secara target sudah terpenuhi. Namun anak-anak masih kurang konsisten dalam bermain. Ini yang akan kami evaluasi,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro, kemarin.

Seto akan mengevaluasi permainan akan asuhnya secara keseluruhan dan mencari penyebabnya. Namun sebelum itu, PSS Sleman meliburkan pemainnya selama empat hari setelah laga melawan tuan rumah Madiun Putra Sabtu (4/6) lalu. Tim berjuluk Green Squad akan kembali menggelar latihan pada Kamis (9/6).

Penampilan Green Squad secara keseluruhan dapat dikatakan masih kurang greget. Ketergantungan lini tengah Green Squad PSS Sleman terhadap Busari menjadi masalah yang harus dipecahkan. Dengan tidak hadirnya Busari sebagai starter, ternyata memberi dampak yang cukup signifikan terhadap permainan.

Pada pertandingan terakhir, Super Elang Jawa (Elja), sebutan lain PSS, terlihat miskin kreatifitas. Sehingga kemudian harus memasukkan Busari di pertengahan babak kedua . Namun karena kondisinya yang tidak fit, kehadiran Busari tidak berimbas ke permainan Green Squad. PSS Sleman mengakhiri laga tanpa mencetak gol.

Laga tersebut merupakan laga perdana Green Squad tidak bisa mencetak gol di kancah ISC B.

“Melawan Madiun Putra, kami tampil tidak full team. Tidak ada pilihan lain. Busari saya masukkan dengan harapan bisa mengubah permainan. Dengan senioritas dan ketenangannya di dalam lapangan bisa mengubah alur permainan,” jelasnya.

Seto masih akan menunggu hingga Kamis mendatang untuk bisa memberikan evaluasi secara keseluruhan terhadap tim. Green Squad tersebut masih akan menyiapkan beberapa agenda di bulan puasa ini untuk menjaga kondisi pemain. (cr4/ong)