JOGJA-Kurang dari tiga bulan persiapan jelang PON 2016, para atlet tetap mengikuti program pemusatan latihan daerah (puslatda) meski bersamaan dengan bulan Ramadan. Program puslatda kini sudah memasuki tahap latihan khusus, bahkan beberapa cabang olahraga (cabor) sudah ada yang mengagendakan untuk uji coba sebagai ajang evaluasi bagi atletnya. Ditegaskan Pelatih Tarung Derajat DIJ Dedih Kusnadi, memasuki bulan puasa, tiga atletnya yang lolos ke PON Jawa Barat tetap menjalani proses latihan.

“Latihan seperti biasa, hanya saja porsinya yang dikurangi,” katanya, kemarin (6/6).

Dijelaskan, tiga atlet tarung derajat yang lolos ke PON adalah Wiranata Rifandi di kelas 64,1-67kg, Adelia Chintia Devi (kelas 50,1-54 kg) dan Meidy Charles (kelas 49,1-52 kg). mereka terus menunjukan peningkatan kemampuan. Kini mereka sudah memasuki program latihan khusus, dan bulan lalu sudah satu kali melakukan uji coba.

“Mereka uji coba dengan atlet-atlet dari tiga daerah sekaligus. Yakni Banten, Lampung dan Kalimantan Barat,” tuturnya.

Dikemukakan, untuk teknik dan skill, ketiga atlet tarung derajat DIJ ini sudah cukup. Tinggal menggembleng mental dengan lebih banyak melakukan uji coba. Tim tarung derajat bertekad menyumbang minimal satu medali emas bagi DIJ
“Kalau puasa mereka tidak latihan akan sulit lagi mengejar ketertinggalan, terutama fisik. Karena waktu tinggal sedikit dan kami tidak ingin membuang waktu,” tegasnya.

Terpisah, Pelatih Renang Indah DIJ Ragil Sugirestu mengatakan, tim renang indah tidak mengagendakan untuk libur di bulan Ramadan ini. Namun, latihan disesuaikan dengan mengurangi latihan fisik di darat atau latihan kering.

“Latihannya tetap pagi dan sore hari, hanya saja fisiknya dikurangi, tapi gym tetap untuk kelenturan. Kalau sorenya tetap full di air seperti biasa,” tandasnya. (dya/dem/ong)