JOGJA-Tim renang indah DIJ tidak ingin membuang kesempatan untuk meraih hasil maksimal di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat. Dari tiga nomor yang akan dipertandingkan, yakni solo technical, duet technical, dan team free, DIJ optimis sapu bersih. Dikatakan Pelatih Renang Indah DIJ Ragil Sugirestu, surat keputusan PB PON yang hanya akan mempertandingkan tiga nomor akan dijawab dengan prestasi berupa sapu bersih semua medali emas.

“Karena sampai detik ini SK-nya cuma tiga, ya kami fokus tiga nomor itu untuk sapu bersih,” kata Ragil disela-sela latihan, kemarin.

Berhasil meraih enam medali emas dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada Pra PON lalu, pihaknya sedikit menyayangkan keputusan PB PON yang menciutkan nomor pertandingan. Dari KONI DIJ, tim renang indah ditargetkan minimal menyumbang dua medali emas. Berbekal hasil Pra PON lalu, jika 7 nomor yang dipertandingkan kembali, setidaknya minimal lima medali optimis bisa diraih.

“Ini tekad anak-anak juga, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih yang terbaik,” tuturnya.

Tim renang indah DIJ saat ini bermaterikan tujuh atlet. Tiga diantaranya merupakan atlet unggulan, yakni Claudia Megawati, Anisa Feritrianti dan Putri Yanindha Sari. Mereka terbiasa latihan hamper tujuh jam sehari, baik latihan kering (fisik) maupun latihan air (teknik).

Optimisme semakin membuncah karena saat ini mereka mendatangkan pelatih asing, yakni Anna Nasekina.

“Sudah dua bulan ini Anna melatih anak-anak, sampai besok PON dirinya akan full melatih,” ujarnya.

Tim renang indah DIJ sudah merasakan hasil gemilang dibawah latihan tangan dingin mantan Atlet Timnas Renang Indah Rusia pada Pra PON lalu.

“Nanti satu bulan sebelum PON kami training camp-kan, seperti kemarin Pra PON. Kalau sekarang anak-anak masih pada ujian sekolah dan kuliah,” ungkapnya.

Bukan hanya DIJ yang menggunakan jasa pelatih asing, tim lain seperti Jatim, DKI, Kaltim dan Sulsel juga melakukan hal yang sama. Meski Pra PON lalu hasil maksimal diraih, namun timnya tidak ingin lengah dan tetap mewaspadai tim-tim lain yang juga bekerja keras ingin merebut medali.

“Jatim yang lagi meningkat, mereka juga menggunakan pelatih asing. Selain itu juga ada DKI yang harus kami waspadai,” tandasnya.(dya/ong)