SLEMAN – Sensus ekonomi di Sleman sebenarnya sudah berakhir sejak 31 Mei lalu. Namun kontrak para petugas dan pengawas baru akan berakhir Juni ini. Dimana petugas pendataan baru akan berakhir 15 Juni dan pengawas berakhir 20 Juni.

“Kami memiliki 2250 petugas terdiri dari petugas pendata 1685 petugas pengawas 570 petugas,” jelasnya.

Sementara itu ketercapaian sensus ekonomi, paparnya baru 99,68 persen dari 3412 blog sensus, dengan asumsi jumlah badan usaha di 2006 sebanyak 110.545 unit. Untuk unit-unit usaha dengan omset di atas Rp 2 milyar, pihak BPS Sleman akan terus dikejar supaya bisa terdata.

“Keberadaan sensus ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan karena kami benar-benar menjaga privasi. Data yang kami peroleh demi mendapatkan data real perekonomian selama 10 tahun terakhir,” jelasnya.

Dia mengungkapkan Kecamatan Depok menjadi salah satu kecamatan yang cukup berat untuk melakukan pendataan. Penyebabnya yakni padatnya kawasan tersebut dari pemukiman dan unit usaha dalam berbagai skala. “Bila setelah tanggal 15 ini tidak selesai kami akan turunkan tim taskforce dari pusat untuk melakukan pendataan,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menyayangkan masih adanya masyarakat yang mempersulit petugas pendata sensus penduduk. Sensus tersebut sangat penting untuk mengetahui perkembangan kondisi perekonomian di Sleman sehingga ke depan bisa dijadikan acuan arah pengambilan kebijakan untuk lebih memajukan Sleman.

“Saya cuma bisa menghimbau petugas BPS ditemui karena pertanyaannya sederhana jadi dijawab sejujurnya saja nggak perlu pakai ditutup-tutupi,” jelasnya. (bhn/ong)