SLEMAN – Menjelang sahur pertama bulan Ramadan kemarin, warga di Dusun Mangunan, Harjobinangun, Pakem, digegerkan aksi penyerangan oleh puluhan remaja bersenjata tajam. Mereka juga melakukan pelemparan molotov di sebuah warung di kawasan Jalan Pakem-Turi, Senin dini hari (6/6).

Pemilik warung Agus Rujito mengatakan, puluhan remaja yang merusak warungnya diduga merupakan salah satu geng sekolah di Jogjakarta. Saat kejadian, sekitar pukul 02.15, tiba-tiba datang rombongan remaja tersebut dan langsung menyerang sejumlah remaja lain yang sedang nongkrong di warungnya. “Mereka datang langsung merangsek masuk dan melakukan perusakan,” ungkapnya.

Kemudian, ada salah satu anak yang melemparkan bom molotov hingga memecahkan kaca dan meretakkan tembok. “Gerombolan itu menyerang anak-anak lain yang sedang berkumpul malam hari di warung saya. Anak-anak yang lagi duduk-duduk itu niatnya mau makan sahur bersama-sama,” kata Agus kepada wartawan, kemarin.

Komplotan tersebut, menurutnya, datang dari arah timur. Berjumlah belasan anak yang datang dengan sepeda motor berboncengan. Meskipun komplotan penyerang itu membawa senjata tajam, namun tidak ada korban jiwa.

“Ada satu anak memang sempat dibacok kepalanya, namun terlindungi helm yang dipakainya. Tidak ada yang luka,” ungkapnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, akibat kejadian tersebut kerugian material ditaksir mencapai Rp 25 juta. Itu setelah ada tiga sepeda motor yang rusak akibat insiden tersebut.

Kejadian itu diduga disebabkan rivalitas antargeng sekolah. Kapolres Sleman AKBP Yulianto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan, kejadian pelemparan molotov menimpa rumah Agus Rujito yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng sekolah.

“Jadi itu kan warung. Anaknya yang punya warung punya teman dan kumpul di situ. Nongkrong dan mau sekalian makan sahur. Rencananya setelah itu akan ke pantai,” katanya kepada wartawan di Mapolda DIJ kemarin.

Sekelompok anak yang diduga masih duduk di bangku SMA itu juga memakai benda tajam saat beraksi. “Karena ada bekas tergores. Kaca meja dan jendela pecah. Pakai molotov dari botol bekas. Kaca sama tembok membekas,” ungkapnya.

Dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku yang datang cukup banyak, sekitar belasan anak. Yulianto mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. “Masih dicek lagi, semalam gelap. Pagi ini (kemarin) olah TKP. Kami dalami ke anak-anak yang suka nongkrong-nongkrong,” paparnya.

Kendati begitu, dia belum bisa merinci apakah beberapa pelaku berasal dari SMA di Sleman atau Kota Jogja. “Yang jelas akan dicari sampai ketemu. Sudah tindakan kriminal walaupun anak sekolah, tapi sudah merusak properti orang. Akan kami tindak tegas,” tandasnya. (riz/ila/ong)