MAGELANG – Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Joko Budiono mengatakan belum ada undangan dari dewan terkait relokasi Pahingan. Ia tidak tahu menau tentang Komisi B yang akan memanggil pihaknya untuk dengar pendapat.

“Belum ada surat masuk ke kami. Kami tetap akan merelokasi. DPP kan di bawah naungan pemkot, yaitu wali kota. Jika instruksi wali kota tetap lanjut, kami tidak bisa mengelak,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (7/6).

Joko mengatakan tujuan relokasi adalah agar Kota Magelang lebih tertata. Pihaknya juga sudah menyediakan tempat pemindahan para pedagang Pahingan. “Kami tidak mengusik pengajiannya. Hanya Pahingannya saja yang akan kami pindah,” ungkap Joko.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Titik Utami mengaku tidak setuju dengan relokasi Pahingan. Menurutnya, Pahingan yang hanya 35 hari sekali ini tidak memberikan dampak buruk bagi Kota Magelang.

“Saya tidak setuju jika direlokasi di Lapangan Rindam IV/ Diponegoro,” kata Titik. Dikatakan, pihaknya telah mendengar Komisi B telah mengundang takmir dan pihak terkait mengenai Pahingan.

Titik juga mengatakan belum mengetahui tujuan utama mengapa Pahingan harus direlokasi. Jika masalah Pasar Rejowinangun sepi, alasan ini dinilai mengada-ada. Alun-Alun akan lebih terlihat hidup dengan adanya Pahingan.

“Ini hanya perlu dikomunikasikan secara baik-baik. Untuk pedagang Pahingan biar bisa menjaga kebersihan itu saja. Lebih baik tetap dipertahankan,” tandas Titik. (nia/laz/ong)