JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ Aris Riyanta menghimbau kepada wisatawan maupun masyarakat untuk menghindari wilayah pantai terlebih dulu. Wisatanya disarankan mengunjungi obyek wisata lain yang lebih aman.

“Himbauan kami untuk menghindari pantai dulu, wisatawan bisa mengalihkan tujuan ke obyek wisata lain,” ujar Aris kemarin (8/6). Menurut dia, dengan kondisi alam yang sedang terkena air pasang, keselamatan menjadi hal yang utama. “Toh disana juga tidak bisa menikmati wisata pantai,” lanjutnya.

Aris mengaku tidak bisa mengatur jadwal kunjungan wisatawan. Tapi dirinya juga meminta wisatawan untuk lebih rasional. Terlebih sudah ada himbauan dari BMKG, untuk menghindari pantai Selatan DIJ dengan adanya air pasang tersebut. “Apalagi sudah ada peringatan dari instansi berwenang,” tuturnya.

Meskipun pihaknya tidak akan mengeluarkan larangan pergi ke pantai, Menurut Aris, jika memang berkeinginan datang ke pantai untuk menjaga jarak aman dan tidak terlalu mendekat. Aris juga meminta wisatawan maupun masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada. Terlebih kebiasaan masyarakat Indonesia, yang penasaran dengan fenomena alam dan ingin melihat langsung. “Kami tidak bisa melarang orang berpergian, yang penting waspada dan mengikuti papan peringatan,” ujarnya.

Sementara itu sekretaris komisi B DPRD DIJ Erlia Risti meminta pengelola wisata pantai untuk melarang pengunjung mendekati pantai sementara waktu. Hal itu karena air pasang kali ini berbahaya bagi pengunjung karena ketinggian hingga tujuh meter, bahkan hingga memasuki warung-warung. “Untuk pencegahan, lebih baik ditutup dulu, masyarakat yang tidak berkepentingan dilarang masuk,” pintanya.

Politikus Partai Demokrat tersebut juga meminta masyarakat untuk mematuhi himbauan yang dikeluarkan instansi berwenang. Termasuk mengikuti perkiraan yang dikeluarkan BMKG. Nelayan juga diminta tidak melaut terlebih dulu. “Untuk keamanan, sambil menunggu air laut kembali normal,” ujar politikus asal Gunungkidul itu. (pra/ong)