DWI AGUS/RADAR JOGJA
PESAN-PESAN ISLAMI: Toni Trax kembali dengan komik strip terbarunya, Real Ma5jid. Komik strip religi ini dicetak berwarna sehingga lebih segar dari sisi tampilan, ceritanya juga makin menarik.

Tampil Berwarna, Cerita Lebih Segar

Mengisi waktu sembari menunggu waktu buka puasa bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan membaca komik strip religi, Real Masjid. Kali ini sang penulis Toni Hernanto atau yang akrab disapa Toni Trax kembali dengan kisah baru.

DWI AGUS, Sleman

SANG penulis, Toni Trax, kembali dengan komik strip terbarunya, Real Ma5jid. Edisi ini merupakan terbitan ke lima sejak pertama terbit pada 2011 silam. Dalam komik terbarunya ini, Toni memasukkan cerita yang lebih segar. Tetap fokus pada sisi religius, terutama kewajiban dan anjuran dalam beribadah. Dikemas dengan cara yang santai, namun tetap memiliki bobot dalam ceritanya.

“Untuk edisi kelima kali ini hadir dengan konsep yang lebih spesial. Edisi kali ini tampil berwarna. Sedangkan edisi 1 sampai 4 masih hitam putih. Cerita juga lebih baru. Tetap dengan pesan-pesan Islami,” kata Toni ditemui di Masjid Nurul Ashri, Deresan, Caturtunggal, Depok Sleman, Selasa (7/6).

Untuk edisi lima ini Toni fokus pada khotbah. Melalui komik empat panel ini Toni mengusung idealnya sebuah khotbah. Tidak terlalu panjang, tapi memuat pesan-pesan yang bermanfaat bagi jamaahnya.

Inspirasi ide ini dari pengalaman personal maupun sahabat-sahabatnya. Terutama saat mendengarkan khotbah Jumat di masjid. Durasi yang lama, menurutnya, justru membuat pesan tidak mudah tersampaikan.

“Idealnya 10 hingga 15 menit atau tidak lebih lama dari waktu salat. Inilah yang dicontohkan Nabi, suaranya pun lantang dan berapi-api,” kata Toni.

Untuk menjadi pemateri khotbah, lanjutnya, perlu belajar dengan serius. Ada teknik-teknik tertentu dan perlu dilakukan pendekatan secara personal. “Terkadang dalam setiap khotbah, materi yang dibawakan kurang berisi,” jelasnya.

Kembali ke komik terbarunya, pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah, 14 November 1971 ini mengakui ada pergeseran segmentasi. Ini terlihat sejak komik Real Masjid diterbitkan untuk pertama kalinya. Awalnya Toni menyasar segmen pembaca yang luas untuk semua usia.

Seiring perjalanan, komik ini justru digemari oleh anak-anak. Hal ini justru mempermudah Toni dalam merancang isi komik. Karena akhirnya yang disasar adalah anak-anak, maka dia membuat bacaan yang ringan dan menghibur, tapi memberikan pendidikan moral kepada anak-anak.

“Awalnya memang untuk semua usia bahkan orang dewasa. Karena di dalamnya ada sentilan yang juga menyasar orang dewasa. Tapi, perubahan segmen tidak mengganggu, malah anak-anak bisa menyentil orang dewasa jika ada salah,” kata Toni.

Selain itu komik strip karya Toni juga memuat kisah-kisah kehidupan lainnya. Terutama dalam menjaga toleransi dalam beragama dan dengan lingkungan. “Tetap dengan konsep komik strip dengan banyak judul yang diusung,” ujarnya. (ila/ong)