HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Sejumlah pekerja merampungkan penyelesaian pasar darurat untuk menampung eks pedagang Pasar Bendungan.
KULONPROGO-Para pedagang korban kebakaran Pasar Bendungan, Wates, akan menempati lokasi baru. Mereka akan ditempatkan di pasar darurat di lokasi relokasi utara SDN 4 Bendungan. Namun mereka mengajukan syarat, yakni meminta semua pedagang di Pasar Bendungan dipindahkan.

Permintaan itu disampaikan saat Komisi III DPRD Kulonprogo meninjau pembangunan pasar darurat Senin (6/6). Salah satu pedagang Sukarni, 57, warga Kunceng, Bendungan mengatakan, saat musibah kebakaraan terjadi, los tempat jualannya ikut terbakar bersama sebagian barang dagangan, kerugian sekitar Rp 50 juta. Pasca kebakaran, dia memilih berjualan di di emperan bekas kios yang terbakar. “Saya siap direlokasi ke pasar darurat. Asalkan semua yang berjualan di sini, termasuk yang di depan sana ikut pindah. Bedol pasar semua,” tegasnya.

Pedagang lainnya Teguh Supriyana, 54, warga Dobangsan, Giripeni mengungkapkan dia dan sejumlah pedagang tidak mau pindah jika masih ada pedagang yang berjualan dibekas pasar yang terbakar. Termasuk mereka yang berjualan di kios. “Para pembeli pasti akan memilih ditempat yang dekat dengan jalan. Jika yang dipindah hanya pedagang yang tempatnya terbakar, itu sama saja artinya pedagang korban kebakaran dibuang ke belakang,” ungkapnya.

Wadiyem, 60, juga mengungkapkan harapan sama. Dia ingin selama bulan puasa sudah bisa berjualan di lokasi relokasi. Namun dengan syarat, semua pedagang harus menempati lokasi pasar sementara. Dan tidak ada pedagang yang masih berjualan di bekas pasar. “Harus semua. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan,” harap Wadiyem.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi menegaskan, pemkab harus melakukan dialog dengan para pedagang terkait teknis relokasi. Jika ada masalah bisa dibicarakan pasca Lebaran. Ia juga meminta pemkab memikirkan sanitasi dan akses jalan masuk ke pasar. Masalah keamanan juga dinilai menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

“Pasar darurat ini kan akan dipakai sekitar dua tahun, maka sanitasi penting. Bila musim hujan jangan sampai becek, perlu ada saluran pembuang air hujan. Pintu masuk juga harus diperbanyak, akses jalannya juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Upiya Al Hasan juga mengatakan, sebaiknya proses relokasi bisa dilaksanakan tepat waktu. Sehingga pedagang bisa kembali berjualan dan nadi perekonomian di Bendungan bisa secepatnya berjalan normal. “Harapan saya bulan puasa sudah dapat ditempati untuk berjualan. Selanjutnya baru memikirkan pasar yang permanen,” kata politis PAN itu.

Pelaksana pembangunan pasar darurat Bendungan Bambang menyatakan, sesuai kontrak pembangunan, memang hanya diminta membuat satu pintu masuk yakni di utara. Bangunan yang dibuat juga berupa los sebanyak 21 bangunan, 7 bangunan kios, 1 bangunan pos satpam dan 5 kamar madi. “Sesuai target 14 Juni pekerjaan harus selesai, dan kami optimistis selesai. Saat ini tinggal pemasangan asbes saja,” ucapnya.(tom/din/ong)