JOGJA – Gelombang tinggi di pesisir selatan DIJ masuk hingga ke daratan. Akibatnya beberapa bangunan di pantai mengalami kerusakan. Termasuk bangunan pos SAR. Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa.

Data yang dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, kerusakan akibat air pasang di pantai selatan DIJ, terjadi di semua wilayah. Tapi yang terparah ada di Gunungkidul. Air merusak gazebo di hampir semua wilayah pantai Gunungkidul. “Termasuk tiga pos SAR,salah satunya di Pantai Siung,” ujar Komandan TRC BPBD DIJ Wahyu Pristiawan kemarin (8/6).

Laporan yang diterima, air masuk ke warung-warung di pantai di Gunungkidul dengan ketinggian 30-50 sentimeter. Bahkan ada laporan air masuk terjauh hingga 100 meter di daratan. Rata-rata ketinggian gelombang,jelas dia, sama di Gunungkidul, Bantul maupun Kulonprogo. Sekitar empat hingga tujuh meter.

Menurut Pristiawan, sebenarnya air pasang merupakan hal yang biasa terjadi. “Tapi api menjadi tidak biasa karena banyak bangunan terdampak,” tuturnya .Pristiawan mengatakan kondisi di lapangan memang banyak bangunan yang dibangun menjorok ke pantai. Mengambil wilayah sempadan pantai, yang seharusnya tidak boleh ada bangunan. “Kebanyakan bangunan semi permanen,” ujarnya.

Bangunan yang berada di sempadan pantai juga yang menjadi perhatian kepala Dispar DIJ. Menurut Aris, seharusnya untuk pembangunan bangunan ada izin dari pemerintah setempat. Mulai dari pemerintah desa untuk bangunan semi permanen hingga Pemkab untuk bangunan permanen. “Bangunan juga harus disesuaikan dengan kemungkinan dampak air pasang sepeti ini, juga angin laut,” jelasnya.(pra/ong)