MAGELANG – Dinas Pertanian, Perternakan, dan Perikanan (Disperterikan) Kota Magelang belum menemukan kecurangan dalam penjualan daging. Khususnya penjualan daging sapi di pasar tradisional.

Kepala Bidang Perternakan Hadiono mengatakan, pihaknya terus memantau penjualan daging sapi segar. Ia juga bersiap melakukan sweeping karena dipastikan akan ada lonjakan kebutuhan daging sapi saat Ramadan dan jelang Lebaran.

“Kami pastikan akan menindak pedagang-pedagang nakal. Khususnya sapi yang datang dari Boyolali karena seperti tahun- tahun sebelumnya daging sapi gelonggong ditemukan dari Boyolali,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, kemarin (7/6).

Mengenai ketersediaan daging, lanjutnya, selama bulan puasa ini pemotongan daging masih stabil, sekitar 10 sampai 20 ekor sapi. Harga daging sapi di pasaran juga masih stabil, sekitar Rp 110 ribu.

“Kebutuhan daging sapi ini rata-rata masih digunakan oleh para pedagang makanan seperti bakso, rumah makan. Kalau untuk konsumen rumahan sepertinya masih jarang. Mungkin akan terlihat saat nanti menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Kasi Produksi Sugianto menambahkan Kota Magelang sendiri memiliki 251 populasi sapi potong dari rumah potong hewan (RPH). RPH itu diambil dari Tegalrejo dan daerah Kabupaten Magelang. “Untuk ketersedian daging kita masih bisa mengandalkan dari peternak lokal,” katanya.

Terkait penambahan daging beku yang dicanangkan pemerintah pusat, dirinya tidak menampik jika itu dibutuhkan. Namun, hanya saja daging beku akan masuk ke minimarket dan swalayan saja.

“Rata-rata konsumen yang datang di pasar tradisional pasti membutuhkan daging segar seperti penjual bakso, dan bukan daging beku. Pedagang pasar tradisional pasti juga akan kerepotan untuk menyimpan daging beku itu,” paparnya. (nia/laz/ong)