SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
SEMPAT HEBOH: Petugas keamanan Bandara Adisutjipto Jogjakarta saat mengamankan satu paket misterius. Saat ini isi paket tersebut masih diuji di laboratorium forensik.
SLEMAN – Keamanan Bandara Adisutjipto Jogjakarta mengamankan bungkusan mencurigakan pada Senin (6/6) sekitar pukul 18.10. Barang tersebut sedianya akan dikirim ke Jakarta lewat pesawat pukul 19.30. Namun, polisi belum dapat memastikan bahwa paket dalam bungkusan hitam tersebut adalah ganja.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengatakan, secara visual pihaknya menyebut bahwa daun tersebut bukan narkoba jenis ganja. Namun untuk memastikan, barang tersebut masih akan diperiksakan ke laboratorium forensik Semarang.

“Kalau saya lihat sekilas, bukan ganja. Hanya perdu atau semacam daun benalu batu. Secara visualnya seperti itu,” katanya kepada Radar Jogja, Selasa sore (7/6).

Periksaan di laboratorium, katanya, agar jelas dan tidak menimbulkan fitnah. Karena yang mempunyai kompetensi adalah pihak laboratorium. “Kalau dari pihak bandara mengatakan itu ganja, kami terima barangnya. Tapi, tetap kami pastikan lagi hasilnya agar semua puas,” ungkapnya.

Menurut Yulianto, dari hasil pemeriksaan pemilik barang, dikatakan yang bersangkutan belanja barang tersebut di Pasar Beringharjo. Barang itu sedianya akan dijual kepada pembeli di Jakarta. “Pemiliknya kan penjual obat herbal, ahli herbal dan obat instan. Setelah diperiksa dipersilakan pulang karena kami tidak ada dasar untuk menahan,” kata Yulianto.

Pemilik barang tersebut yang biasa menjual produknya melalui online mengatakan bahwa bungkusan paket tersebut bukan ganja. Melainkan daun insulin. Daun insulin memiliki nama ilmiah Tithonia diversifolia. Tanaman ini berasal dari Meksiko. Nama lokal untuk tanaman ini yaitu rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait, dan harsaga. Sebagian masyarakat menyebutnya tanaman paitan karena tangan akan terasa pahit jika memegang daun tanaman ini. Tanaman tersebut bisa juga digunakan untuk obat penyakit diabetes.

Sebelumnya, Komandan Satpom AU Lanud Adisutjipto Letkol Pom Yudi Pratikno mengatakan, pihaknya mengamankan bungkusan mencurigakan. Hal itu berawal saat petugas kargo bandara dan keamanan bandara (Avsec) mencurigai paket kiriman yang dibungkus plastik warna hitam. Setelah dicek dalam mesin sinar X ternyata diketahui isi bungkusan adalah daun kering.

“Ada paket dari sebuah biro pengiriman,” katanya kepada wartawan di Pom AU Lanud Adisutjipto, Selasa (7/6).

Setelah ditimbang, berat paket berbungkus plastik dan lakban itu sekitar 1,5 kilogram. Sayangnya, petugas tidak mendapati alamat pengirim dalam bungkusan itu. Dalam kertas yang tertempel di bungkusan itu hanya tertera pengirim adalah www.anherbal.blogspot.com.

Dari penelusuran di situs tersebut diketahui, anherbal merupakan situs yang menyediakan produk daun dan serbuk herbal. Penjual mengaku berjualan sejak 2010, namun blog tersebut aktif sejak 2012. Alamat yang tertera berasal dari Bantul. Di situs tersebut terdapat nomor telepon pemesanan dan pin BBM. Dari beberapa barang yang ditawarkan di situs itu, antara lain serbuk kayu manis Palembang, daun kelor kering, serbuk temulawak, benalu teh asli, jahe merah, brotowali, dan masih banyak lagi. (riz/ila/ong)