JOGJA – Vinasse limbah cair dari Madukismo, yang dibuang ke sungai Bedog, belum ada teknologi untuk mengolahnya. Untuk itu Madukismo didorong untuk mencoba mengolahmya menjadi pupuk.

Vinasse, yang merupakan limbah cair dari pabrik alkohol untuk sepiritus tersebut, sudah coba dikendalikan limbahnya, terutama untuk BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand). “Tapi memang untuk sesuai baku mutu sulit sekali,” jelas Kepala Sub Bidang Penataan Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ Ruruh Haryata kemarin (8/6).

Ruruh menjelaskan pantauannya ke PT Madu Baru yang menaungi pabrik gula dan pabrik sepiritus, memang sedang dikembangkan untuk pengolahan menjadi pupuk cair. Menurut Ruruh, sudah ada contoh keberhasilan di pabrik sejenis di Mojokerto Jawa Timur. “Limbah cair itu berhasil dimanfaatkan untuk pupuk di lahan tebu mereka,” ujarnya.

Ruruh menambahkan, dari pemantauan hasil ujicoba pengolahan Vinasse menjadi pupuk baru sekitar 10 persen. Tapi, lanjut Ruruh, pihaknya mendapatkan komitmen dari Perusahaan untuk mengolah semua limbahnya. “Sekarang memang masih dalam taraf ujicoba,” jelasnya.

Untuk pencemaran sungai Bedog, Ruruh mengaku masih akan mempelajari. Menurut dia, antara perusahaan dan petani perikanan sudah ada kesepakatan jam buang. Meski pihaknya tetap meminta mereka memenuhi baku mutu kalau memang mau dibuang di air. “Tapi masalahnya di daerah manapun, untuk limbah sepiritus, belum bisa memenuhi baku mutu,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekretaris Komisi C DPRD DIJ Agus Subagyo mengatakan perusahaan sebesar Madukismo, tidak seharusnya membuang limbahnya ke sungai. Seharusnya, lanjut Agus, limbah tersebut bisa diolah sendiri. “Infonya mau dibuat pupuk, tapi kenyataannya masih dibuang ke sungai,” tuturnya. (pra/ong)