HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TERGENANG: Salah satu pedagang di sekitar Laguna Pantai Glagah menyelamatkan dagangannya. Sejak pagi kemarin (8/6) ombak tinggi membuat air sampai ke daratan.

Tutup Usaha Sementara, Belum Bisa Hitung Kerugian

Gelombang pasang yang terjadi di Pantai Selatan memberikan dampak bagi pengais rezeki di sejumlah objek wisata (obwis) pantai. Salah satunya di Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo. Sejumlah pedagang dan pengelola laguna di sana harus mengungsi untuk sementara waktu.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo
GELOMBANG tinggi yang terjadi pagi kemarin (8/6) membuat pengelola laguna Pantai Glagah kaget bukan kepayang. Bagaimana tidak, ombak tinggi meng-hantarkan air laut melompat bukit pasir di sisi selatan laguna dan melimpas di kawasan wisata.

Tidak hanya merendam warung, air laut juga menggenangi areal parkir, akses jalan, dan kolam ikan.Wakil Ketua Paguyuban Pondok Laguna Pantai Glagah Suyadi mengungkapkan, gelombang tinggi yang menerjang kawasan laguna Pantai Glagah sudah terjadi sejak Minggu (5/6) lalu.

Pedagang banyak yang memilih menutup usahanya, dan me-nyelamatkan barang dagangan agar tidak terendam air.

“Hari ini (kemarin) ombaknya besar, kondisi seperti ini sudah pernah tejadi sekitar empat tahun silam,” ungkapnya.Sepertinya, lanjut Suyadi, fenomena yang terjadi merupakan siklus empat tahunan
Sebab, empat tahun lalu gelom-bang tinggi juga masuk ke laguna kemudian merendam warung-warung di sekitarnya. “Di sini ada seratus lebih pedagang, sebagian besar terdampak ombak besar yang terjadi tadi pagi (ke-marin),” ungkapnya.

Dijelaskan, selain melumpuhkan sektor wisata, lima kolam ikan milik warga juga terkena dampak, ratusan ikan dengan berbagai jenis hilang. “Ada sekitar lima kolam berisi ikan gurameh, nila, dan tawes. Satu kolam ada se-kitar 300-an ikan. Kami sempat coba kejar dengan jaring tetapi tetapi banyak yang hilang,” je-lasnya.

Menurutnya, kerugian yang dialami tentunya besar. Namun, hingga saat ini paguyubannya belum bisa menghitung total kerugian yang dialami. Karena masih melakukan pendataan kepada anggotanya. Kendati begitu, jika diestimasi, kerugian bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta.

Salah satu pedagang di sepu-tar laguna Titin Sumarwati me-nambahkan, kerugian akibat peristiwa ini belum bisa dikal-kulasi. Sebagian pedagang saat gelombang tinggi banyak yang berusaha menyelamatkan da-gangannya.

“Kebetulan sebagian warung makan ada yang memilih tutup saat puasa,” ungkapnya.

Senada dengan Suyadi, me-nurutnya, kondisi ombak tinggi sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Hal itu cukup memenga-ruhi pengunjung. Terlebih, saat ke Pantai Glagah, selain me nuju bibir pantai dan main di wa-hana air yang berada di Laguna, wisatawan biasanya menuju ke lokasi pemecah gelombang untuk selfie. Nah, di lokasi pemecah gelombang sudah tak bisa di-datangi.

“Untuk yang datang berwi-sata pada takut. Karena gelom-bangnya tinggi sekali, tak bisa mendekat ke spot tempat foto juga. Sejak beberapa hari ini yang masih datang kebanyakan orang yang mau mancing,” ung-kapnya. (ila/ong)