SLEMAN – Petugas Reskrim Polres Sleman menangkap Rahmad Santoso, 38, akhir Mei lalu. Ia ditangkap karena melakukan praktik penipuan dengan modus sebagai dukun yang dapat mem-buka aura dan mendatangkan pesugihan.

Dukun cabul asal Semarang, Jawa Tengah itu ditangkap di tempat tinggalnya di Babarsari, Depok, Sleman.Ada enam perempuan yang menjadi korban pria berstatus duda.

Kepada korbannya, Santoso mengaku memi-liki kekuatan supranatural membuka aura dan cakra hingga membuat wajah semakin cantik dan dapat memperlan-car penghasilan.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar mengatakan, tersangka sehari-hari berprofesi sebagai sales obat-obat kecantikan.

“Dia tidak melakukan promosi. Tapi menyasar korbannya dengan dipengaruhi bisa membuatnya lebih keluar aura kecantikannya,” ung-kapnya Rabu (8/6).

Tersangka mengaku telah menjalankan aksinya selama dua tahun terakhir dengan mematok harga mahar mulai Rp 8 juta sampai Rp 100 juta. Praktik cabul yang dilakukan yakni meminta para korban untuk telanjang jika ingin dibukakan aura atau cakra dalam dirinya.Saat korbannya telanjang, dia lalu memerintah untuk nungging.

Tersang-ka kemudian juga ikut telanjang dan menaiki tubuh korbannya. Setelah itu tersangka berpura-pura berdoa dan kemudian ritual diakhiri dengan mengelu-arkan sperma di atas punggung korban.

“Praktik cabul itu dilakukan di sebuah pantai di Gunungkidul,” ujar AKP Sepuh.

Karena merasa janggal dan tertipu, satu di antara para korban melaporkan dukun cabul ini ke Mapolres Sleman. Korban dukun cabul ini ada enam perempuan berusia antara 20 tahun sampai 28 tahun. Mereka berasal dari sejumlah kota. Jumlah korban ter-sebut masih dapat bertambah. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan.

Nah, berdasarkan laporan tersebut, po-lisi lantas melakukan penyelidikan. Po-lisi kemudian memancing pelaku untuk bertemu dengan korbannya.

“Saat bertemu kami langsung tangkap,” ungkap Kasat.Dari hasil penggeledahan petugas menyita barang bukti air yang diakui tersangka berisi doa, dupa, lilin, pon-sel, dan buku tabungan serta kartu kredit. Polisi menjerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (riz/din/ong)