HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
RAWAN : Suasana di Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo saat gelombang tinggi terjadi.
GELOMBANG air laut Pantai Selatan diperkirakan akan mencapai empat meter selama sepekan ke depan. Badan Meteo-rologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memberikan imbauan kepada nelayan dan masyarakat pesisir pantai untuk waspada
Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Joko Budiono mengatakan, tinggi gelombang di wilayah perairan selatan ber-kisar antara 2,5 hingga empat meter. Tingginya gelombang ini terjadi karena kecepatan angin timuran yang meningkat dengan rata-rata kecepatan 10-20 knot atau 18-36 kilometer per jam.

“Tinggi gelombang ini terus berubah dari waktu ke waktu, tetapi tetap tinggi. Kami prediksikan sampai sepekan ke depan,” katanya, kemarin (8/6).

Menurutnya, pemicu tingginya gelombang di perairan selatan ini karena adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah sekitar Australia yang bertekanan udara tinggi.

Sedangkan di atas Samudera Hindia, tepatnya sebelah Barat Daya Sumatera terdapat daerah tekanan udara rendah. Hal ini yang menyebabkan kecepatan angin timuran bergerak signifikan menjadi tinggi.Kecepatan angin ini juga terus berubah sehingga tinggi gelom-bang juga cepat berubah. Gelom-bang yang menerjang pantai akan menyebabkan abrasi sehingga masyarakat sekitar pantai di-harapkan waspada.

“Belum ada jarak aman, karena tinggi gelom-bang dan kecepatan angin cepat berubah,” katanya.Senada Prakirawan BMKG Jogjakara Indah Retno Wulan menjelaskan, penyebab gelom-bang tinggi di pantai selatan akibat perbedaan tekan udara di bumi utara dan selatan.

“Kondisi itu masih ditambah dengan posisi bulan, matahari, dan bumi dalam satu garis yang menyebabkan permukaan air laut meninggi. Di selatan Jawa ketinggian air laut mencapai tujuh meter,” jelasnya.

Menurut Indah, sebenarnnya dalam peralihan musim hujan menuju kemarau gelombang biasanya tingggi. Namun kali ini memang cukup ekstrem. “Efeknya juga terasa sekarang, karena banyak pengembangan wisata pantai di pesisir Laut Selatan, tentu mereka mengalami kerugian material akibat rob ini,” ujarnya.

Indah mengimbau, para pe laku wisata, wisatawan, dan nelayan lebih berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem ini. “Kami me-minta mereka untuk lebih mem-perhatikan peringatan dari instansi yang sudah kami beri informasi perkiraan cuaca di antaranya BPBD, SAR, dan instansi terkait lainnya,” ucapnya. (eri/tom/ila/ong)