SLEMAN – Meski banyak nelayanan yang memarkir perahu mereka akibat banjir rob, ternyata tidak mempengaruhi harga ikan dii pasaran Sleman. Padahal, sejumlah tempat penjualan ikan laut di Sleman memasok ikan-ikan dari kawasan Gunungkidul, yang juga terdampak oleh banjir rob.

Seperti di grosir ikan laut Jangkar yang berada di Jalan Gito Gati, Denggung, Mlati Sleman. Yulianto selaku penjual mengaku, sampai dengan kemarin (9/6) pagi pasokan ikan laut yang datang tempatnya tetap normal. Sehingga, tidak terjadi kenaikan harga ikan.

“Kami masih bisa mendapatkan kiriman tuna dan tongkol masing-masing 10 kilo gram dari Wonosari,” jelas Yulianto.

Dia menjelaskan, adapun harga ikan tongkol per kilonya masih Rp 24 ribu. Sementara harga tuna Rp 31 ribu per kilo gram. Dalam sehari, Yulianto biasa menjual berbagai jenis ikan laut mencapai 20 kg.

Menurut Yulianto, harga pasaran ikan laut selalu relatif stabil tidak seperti daging. Ini dikarenakan konsumen ikan laut yang cenderung tidak fluktuatif. Bahkan, pada Ramadan pun peminat ikan laut tidak mengalami lonjakan.

Saat disinggung soal keberadaan ombak tinggi selama semnggu ke depan, Yulianto mengatakan, bila nelayanan libur mencari ikan selama beberapa hari ke depan, besar kemungkinan akan kehilangan pasokan. Bila hal tersebut terjadi, pihaknya akan mengandalkan penjualan ikan air tawar. “Memang andalan yang terdekat dari Gunungkidul,” jelasnya.

Sementara itu pedagang ikan laut di Pasar Condongcatur, Depok, Karyono mengatakan sejauh ini pasokan ikan laut masih normal dan harga tetap stabil. Perhari, dirinya masih menerima 50 kilogram berbagai jenis ikan laut.

“Stok ikan dari Depok dan wonosari. Kami belum tau ke depannya kiriman seperti apa bila nelayanan banyak yang berlibur,” jelasnya. (bhn/ong)