JOGJA – Kebo nyusu gudel. Ungkapan itu digunakan Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Har-tanto untuk menggambarkan proses lelang jabatan di Pemprov DIJ.

Sebab, Pemprov DIJ yang harusnya menjadi contoh, kalah cepat dibandingkan Pemkab Kulonprogo dan Pemkot Jogja.Lelang jabatan untuk delapan jabatan eselon II di Pemprov DIJ, yang dimulai Maret lalu, hingga saat ini belum selesai.

Padahal Pemkot Jogja yang juga menggelar lelang jabatan ber-samaan sudah menentukan calon. Pemkab Kulonprogo juga sudah melaksanakan lelang ja-batan eselon II awal tahun. “Pemprov DIJ gagal memberi contoh,” kritiknya kemarin (8/6).

Pria yang akrab disapa Inung itu menambahkan pada awalnya menaruh harapan dengan pelaks-anaan lelang jabatan di Pemprov DIJ. Bahkan sempat mengusul-kan lelang jabatan juga diber-lakukan untuk eselon III.

“Tapi ini untuk eselon II saja belum selesai, ditambah lagi untuk Sekprov juga belum dibentuk Pansel Lelang Jabatan,” tuturnya.

Dia mendesak supaya pemben-tukan Pansel segera dilakukan. Di Pemprov DIJ sendiri saat ini ter-dapat delapan Plt, yaitu Plt Sekprov dan tujuh Plt untuk SKPD. Ke-pala Dinas pertanahan dan Tata ruang, Plt Kepala Dinas Komuni-kasi dan Informatika, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha mikro Ke-cil dan Menengah, Plt Kepala Di-nas Kesehatan, Plt Kepala Pelaks-ana Badan Penanggulangan Ben-cana Daerah serta Plt Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam. Mereka bertugas sejak akhir Januari lalu. “Saru kalau Plt Sek-prov enam bulan lebih, ora elok,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Agus Supri-yanto mengatakan tidak ada masalah dengan ketugasan Plt. Dia mencontohkan di Kemen-terian Dalam Negeri saat ini juga terdapat kekosongan enam jabatan.

“Tidak masalah di pu-sat ada Plt juga tidak apa-apa,” ujarnya.Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengaku masih mengetes sendiri delapan calon pejabat ese-lon II. Dia menargetkan paling tidak Minggu ini sudah selesai mengetes delapan calon tersebut.

“Saya kan yang mau maksimal, masak tidak saya tes,” ujarnya.HB X mengaku masih fokus menyelesaikan proses lelang ja-batan untuk eselon II tersebut.

Sedang untuk lelang jabatan ese-lon I atau Sekprov DIJ, belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Menurut dia, untuk lelang jabatan Sekprov butuh waktu minimal tiga bulan dan harus dimintakan persetujuan ke pemerintah pusat. “Belum saya selesaikan dulu lelang jabatan yang kemarin (eselon II),” ujarnya. (pra/din/ong)