GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MEROKET- Lugiyem, memotong daging sapi di sela menunggu calon pembeli di Pasar Beringharjo, kemarin (8/6). Harga sejumlah bahan pokok di bulan Ramadan ini melonjak tinggi. Salah satunya harga daging sapi. Saat ini menembus Rp 116 ribu per kilogram.
JOGJA- Masyarakat diminta untuk mewaspadai praktik nakal para pe-dagang di tengah melambungnya harga daging sapi. Kewaspadaan itu terutama untuk mengenali daging sapid an kemungkinan dioplos dengan daging celeng. Sebab, kedua serat daging tersebut hampir sama.

Sulit dibedakan dengan mata telanjang. Terlebih lagi, saat ini harga daging sapi kualitas nomor satu masih Rp 120 ribu per kilogram. Peneliti dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Any Guntarti menje-laskan, pengetahuan ini penting agar masyarakat tidak tertipu.

“Perbeda-annya sebenarnya bisa dilihat. Hanya perlu cermat dalam membeli daging,” ujar Any kemarin (8/6).Warna daging celeng lebih pucat dibandingkan daging sapi. Kemudian, serat daging juga terlihat padat dan garis-garis seratnya terlihat lebih jelas.

“Serat daging celeng tidak sepadat daging sapi. Lebih halus dan mudah dipisahkan antar seratnya,” ujar Any. Ciri yang lain, wajib untuk dike-nali pembeli adalah tekstur lemak. Daging celeng untuk tesktur lemaknya lebih elastis.

Sedangkan daging sapi lebih kaku dan berbentuk. “Tektur daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat. Kenali dengan diregangkan,” sarannya.

Perbedaan yang paling mencolok adalah bau daging. Daging celeng beraroma lebih anyir. Paling tepat memang dengan metode fourier transform infra red (FTIR). Sampai saat ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Perta-nian (Disperindagkoptan) Kota Jogja memang belum menemukan adanya peredaran daging oplosan. Ini karena semua daging yang beredar di Kota Jogja harus menjalani proses screen-ing terlebih dahulu di Rumah Pemo-tongan Hewan (RPH) Giwangan.

“Kalau pun ada, berarti ada pedagang yang sengaja nakal,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Sri Harnani. Untuk pengawasan peredaran ma-kanan termasukd aging, pihaknya bekerjasama dengan Balai Pengawa-san Obat dan Makanan (BPOM).

“Ya mungkin perlu sidak untuk benar-benar mengetahui,” jelasnya. Saat ini harga daging sapi di Pasar Beringharjo Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu per kilogram.

“Ada kenaikan sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” ujar Winarsih pemilik depot daging sapi di Pasar Beringharjo.

Harga daging sapi yang mahal ini, membuat pembeli di depotnya menurun drastis. Stok daging seba-nyak 40 kilogram hanya laku sekitar 10 kilo saja per hari. (eri/din/ong)