SLEMAN – Lebaran tahun ini dipastikan lalu lintas di kawasan Fly Over Jombor akan cukup padat. Meski pembebasan tanah sudah dilakukan, namun dipastikan pembangunan pelebaran jalan di sekitar fly over baru akan berjalan tahun depan.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis Bina Marga Dinas PUP dan ESDM DIJ, Bambang Sughaib saat melakukan pantauan infastruktur menjelang arus mudik di Simpang Empat Jombor kemarin (9/6) menjelaskan, perluasan jalan di bawah fly over memang belum bisa direalisasikan tahun ini. Sebelum lebaran, target pengerjaan yakni pembongkaran bangunan yang terkena pelebaran lahan.

“Untuk pembongkaran bangunan, kami masih harus berkoordinasi dulu dengan masyarakat. Apakah pembongkarannya akan diserahkan pada kami, atau masyarakat sendiri yang melakukan,” kata Bamban.

Setelah pembongkaran, jelasnya, jalan tersebut akan diratakan agar kendaraan dapat lewat. Perataan jalan seluas enam meter di sisi timur dan barat Jembatan Layang Jombor dapat memperlancar laju lalu lintas ke depannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIJ, Sigit Haryanta menyampaikan, jalur lalu linta di Jombor memang menjadi pusat perhatian. Apalagi jalur tersebut merupakan jalan utama memasuki DIJ dan menjadi penghubung dengan Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan lapangan di berbagai lokasi, ada jalur mudik yang belum siap dilalui kendaraan besar. Antara lain di Jembatan Kisik Klangon, Tempel. Saat ini jembatan tersebut masih dalam proses pemeliharaan. Kendaraan yang lewat di jalur alternatif penghubung Sleman dan Muntilan itu harus melaju secara bergantian. (bhn/ong)