MUNGKID – Kasus pelecehan seksual terhadap anak terungkap di wilayah Kabupaten Magelang. Seti-daknya lima anak laki-laki men jadi korban pe-lecehan seksual oleh tetangganya sendiri. Pa-ra korban masih bersta-tus pe lajar di beberapa sekolah.

Pelaku pelecehan seksual me ru pakan pemuda kampung, se-orang pekerja serabutan. Akibat peristiwa ini, salah satu korban menjadi pendiam dan enggan bermain dengan teman-teman sebayanya. Orang tua korban pun merasa terpukul dengan peristiwa ini.

Berdasarkan informasi yang ber hasil dikumpulkan di lokasi kejadian, peristiwa ini diduga sudah berlangsung semenjak li ma tahun silam. Namun baru men cuat ke masyarakat bebe-ra pa pekan lalu.

Kasus ini ter-bong kar dari pengakuan salah se orang korbannya.Salah satu korban bercerita de-ngan sesama temannya yang men-jadi korban pelecehan sek su al.

Dari mulut ke mulut, kabar ini pun merembet ke warga la in nya. Hing-ga kemudian para o rang tua korban mengetahui pe ristiwa ini. “Kabar sudah menyebar ke ma syarakat sejak dua pekan la-lu. Namun saya baru tahu anak sa ya menjadi korban beberapa ha ri lalu,” kata salah satu orang tua korban, Painem (bukan na-ma asli) kemarin (8/6).

Anak Painem yang menjadi kor ban pelecehan seksual itu u sia nya sekitar 12 tahun. Infor-masi yang ia dapat, anaknya di paksa oleh tetangganya Man, 37, untuk menjadi sasaran seks oral, hingga kemudian anaknya mengeluarkan sperma.

“Bah kan kabarnya, spermanya lalu di-minum oleh pelaku,” katanya.

Kelakuan bejat itu sudah di la-ku kan pelaku beberapa kali ter-ha dap anaknya. Lokasinya di be berapa tempat. Pernah di ru-mah pelaku, rumah korban, su-ngai dan lainnya. Korban di pak-sa dan mendapat ancaman da ri pelaku. “Kalau tidak mau ka ta nya akan disantet,” jelasnya.

Akibat peristiwa itu, kini anak dari Painem merenung di rumah-nya. Ia menjadi pendiam dan eng gan bermain dengan teman se bayanya di kampung.

Selain anak Painem, diduga masih ter-dapat korban lain.Total korban mencapai lima orang. Ada yang masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. Un-tuk melakukan hal senonoh itu, pelaku mengiming-imingi kor ban dengan sesuatu. Seperti batu akik, mengajarkan se su a tu kepada korban, dan memberikan uang.

“Setelah kabar ini mencuat, pe laku kini tidak ada di rumah. Dia kabur seminggu yang lalu,” je lasnya.

Beberapa orang tua kor ban sepakat harus dise le sai-kan secara hukum. Salah satu orang tua sudah melaporkan pe ristiwa ini ke Polres Magelang. “Saya minta pelaku segera di-tang kap dan diberi hukuman yang berat. Masa dia (pelaku) te ga melakukan itu ke tetangganya sendiri. Polisi harus segera me-nangkap pelaku dan me nga ju-kan nya ke persidangan,” pinta nya.

Pelaku pelecehan seksual ini sehari-hari bekerja serabutan di kampungnya. Dia tinggal hanya bersama kakaknya. Setelah pela-ku kabur, rumahnya kini kosong. Pendidikan terakhir pelaku hanya sampai SD. (ady/laz/ong)