Harnum Kurniawati/Radar Jogja
ISI WAKTU POSITIF: Salah satu adegan “Sidang Susila” yang dipentaskan para siswa SMK 17 Kota Magelang untuk mengisi bulan Ramadan.
MAGELANG – Ada banyak cara mengisi kegiatan di bulan Ramadan. Salah satunya yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 17 Kota Magelang dengan menggelar studi pentas berjudul “Sidang Susila” di ruang stage sekolah itu.

“Saudara pesakitan!” teriakan itu terlontar dari mulut sang hakim. Seseorang terdiam setelah mendengar teriakan itu. Tak lama seorang jaksa kembali berbicara lantang, dan terus meyakinkan sang hakim bahwa terdakwa yang ada di depannya bersalah.

Tidak mau kalah, seorang pembela membalas ucapan sang jaksa. Ia membela habis-habisan seorang terdakwa yang dibelanya. “Ia tak bersalah! apa buktinya ia bersalah?,” katanya.

Sepenggal naskah cerita itu dibawakan oleh siswa kelas 12 dengan apik. Meski puasa, mereka tetap semangat dalam mementaskan karya yang dibuat Agus Noor dan Ayu Utami ini.

Guru seni budaya Tri Setyo Nugroho alias Gepeng Nugroho mengatakan, pentas ini adalah pentas rutin yang diselenggarakan oleh sekolah. Agar siswa bisa mempunyai kegiatan yang positif saat menjalankan puasa.

“Sebenarnya pentas ini selalu rutin dilakukan jelang akhir semester. Namun karena bertepatan dengan puasa, sekalian ngabuburit, mengisi waktu positif menunggu bedug Maghrib,” katanya saat ditemui usai pentas kemarin.

Gepeng mengatakan, dalam naskah itu membahas persoalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti-Pornografi dan Pornoaksi (APP). Ia merasa isu pornografi merupakan isu yang penting, karena dapat menyentuh semua kalangan dan umur.

“Ini karya dibuat saat kepemimpinan Presiden SBY, Sidang Susila pun dianggap dapat mewakili persoalan asusila kala itu,” tambahnya.

Dia mengatakan, pentas ini juga bisa menjadi sebuah pesan bagi siswanya yang kebanyakan perempuan. Bagaimana seorang perempuan harus berhati-hati dengan tindakan asusila yang sedang marak terjadi. (nia/laz/ong)