ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
ISTIRAHAT SEJENAK: Warga di Pantai Depok, Bantul terlihat bersantai setelah membersihkan sisa air laut yang masuk ke warungnya. Selama ombak tinggi, pengunjung diminta ekstra hati-hati saat berlibur ke pantai di DIJ.
DI wilayah Kabupaten Bantul, gelombang tinggi menyapu pantai sejak kemarin pagi (8/6). Dibanding hari-hari sebelumnya, terjangan gelombang tinggi kali ini jauh lebih ekstrem. Air pasang mencapai daratan puluhan meter dari bibir laut. Kendati demikian, dampak kerusakan yang ditimbulkan dari fenomena alam ini tidak begitu parah
Salah satu nelayan di Pantai Depok Dardi Nugroho menga-takan, puncak air pasang sekitar pukul 10.00. Saking kencangnya, gelombang air laut sampai masuk ke area parkir kendaraan roda empat Pantai Depok.

“Sekitar 50 meter sampai 70 meter dari bibir pantai,” jelas Dardi.Menurut Dardi, terjangan gelombang tinggi ini tidak sampai merusak bangunan semi-permanen warung kuliner yang berdiri menghadap ke selatan alias ke laut. Air laut hanya me-ngakibatkan peralatan sejumlah warung berantakan. Seperti kursi dan meja. “Rusak ringan,” ungkapnya.

Kendati gelombang kali ini cukup besar, warga yang notabene pemilik warung kuliner ini tidak merasa khawatir dengan adanya gelombang susulan. Dardi me-nyatakan, sebagian pemilik warung kuliner sudah mulai membuka usahanya. Meskipun ada beberapa yang memilih tutup sementara waktu untuk mem-bersihkan warung dari sampah dan pasir bawaan air laut. “Dibanding 2013 gelombang pasang saat ini belum seberapa,” bebernya.

Sementara itu, kondisi di Pantai Baru Pandansimo juga cukup parah. Untung saja, sejak be-berapa hari terakhir, para pe-dagang di pantai yang terletak di Poncosari, Srandakan ini memilih tutup. Itu menyusul gelombang tinggi yang terjadi sebelumnya. “Airnya masuk sampai 100 me-teran dari pantai,” ucap koordi-nator Tim SAR Pantai Baru Srandakan Rismanto.Rismanto melihat kondisi Pan-tai Baru paling parah dibanding lainnya.

Seperti Pantai Kuwaru, Goa Cemara maupun Pantai Samas. Melihat kondisi itu, jumlah personel tim SAR di Pantai Baru ditambah menjadi 18 orang. Itu bertujuan mengantisipasi wisa-tawan yang nyelonong ke ping-gir pantai untuk melihat laut dari dekat. “Warung-warung sudah tutup sekitar tiga hari yang lalu,” ungkapnya. (zam/ila/ong)