ilustrasi
SLEMAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) segera bergulir di Juni ini. Sejumlah sekolah di Sleman telah bersiap membuka pendaftaran siswa baru dengan sistem real time online (RTO).

Kendati demikian, ada sembilan SMP yang masih menerapkan sistem pendaftaran manual. Yakni, SMPN 1,2,3, dan 4 Prambanan; SMPN 1 dan 2 Cangkringan, sreta SMPN 1,2, dan 4 Tempel. Gangguan internet menjadi penyebab sekolah tersebut tak menerapkan sistem RTO.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, masing-masing sekolah telah mengujicoba sistem RTO. Namun, jaringan internet di sembilan kawasan lokasi sekolah tidak bagus. Karena itu, dinas tak ingin memaksakan sekolah tersebut menerapkan RTO. “Kami khawatir justru akan bermasalah ketika puncak traffic,” katanya kemarin (8/6).

Lebih lanjut, Arif memaparkan bahwa PPDB SD dijadwalkan pada 20-24 Juni. SMP 27-29 Juni, dan SMA 22-24 Juni, serta SMK 22-25 Juni.

Khusus siswa SD, seleksi berdasarkan usia. Jika di satu sekolah ada dua pendaftar berusia sejajar, calon siswa dengan alamat rumah terdekat dari sekolah lebih berpeluang. Arif menegaskan larangan penerimaan siswa baru dengan tes baca, tulis dan hitung (calistung). “Bila ada sekolah yang menerapkan calistung silahkan laporkan. Kami akan tegur,” tandasnya.

Dalam PPDB 2016, daya tampung sekolah di Sleman mencapai 44.932 siswa dari 1.484 rombongan belajar (rombel). Rinciannya, tingkat SD 627 rombel dengan kuota 17.500 siswa, SMP terdiri atas 111 sekolah dengan total daya tampung 15.326 siswa. Sementara SMA ada 46 rombel (4.776 siswa) dan SMK 285 rombel (9.120 siswa).

“Total 717 sekolah dari SD sampai SMA/SMK negeri maupun swasta,” jelasnya.Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 4 Prambanan Sutardi mengakui sulitnya memperoleh akses internet di lembaga yang dipimpinnya. Karena terletak di kawasan perbukitan. “Sinyalnya lemah. Sulit sekali,” ungkapnya. (bhn/yog/ong)