JOGJA-Siswa pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) bukan berarti tak bisa bersekolah yang berstatus favorit. Siswa lulusan SD dan SMP dari keluarga pemegang KMS tetap bisa mengakses pendaftaran di semua sekolah negeri. Bahkan, peluang untuk masuk di sekolah favorit juga sama besar.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Budi Santoso Asrori mengungkapkan, jalur KMS selalu mendapat giliran lebih awal dalam tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri. “Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara bijakm,” kata Budi, kemarin (9/6).

Ia menjelaskan, semua siswa baik KMS maupun nonKMS tetap mendapatkan kesempatan sama. Termasuk masuk di sekolah favorit. Seperti di SMP N 1, SMP N 5, dan SMP N 8. Juga, di jenjang SMA, di SMA N 1, SMA N 3, dan SMA N 8.

“Selama banyak yang memilih di SMP N 15 kemudian SMP N 3, SMP N 11, SMP N 10 dan SMP N 16. Sedangkan jenjang SMA negeri antara lain SMA N 5, 6 dan 7. Jika mayoritas memilih sekolah-sekolah tersebut, saingan akan menjadi berat karena pendaftarnya banyak,” ujarnya.

Tapi pilih sekolah yang jumlah pendaftarnya merata. Perhatikan juga nilainya, memungkinkan atau tidak. Jika melihat perkembangan nilai di SMA favorit masih memungkinkan dengan daya tampung, harus dicoba. “Kan ada dua pilihan. Gunakan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Jika dibanding dengan siswa reguler, maka nilai terendah yang diterima di tiap sekolah negeri juga terpaut. Salah satu contohnya PPDB di SMP N 1 pada 2015 lalu, siswa KMS yang diterima nilai terendahnya 212,0 sedangkan jalur reguler nilai terendah 270,5.

Kepala UPT Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) Kota Jogja Suryatmi mengatakan, pendataan siswa KMS akan dilayani hingga Kamis (16/6) mendatang. Setiap hari pihaknya sudah membagi untuk siswa yang ada di dua kecamatan supaya antrean pendataan tidak terlalu panjang. Hal ini juga terbukti, di hari pertama pendataan siswa KMS dari Kecamatan Umbulharjo dan Pakualaman, jauh lebih tertib dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hampir tidak ada penumpukan antrean seperti tahun sebelumnya. Saat pagi memang cenderung ramai, tapi siang hari sudah terurai. Dalam sehari, kami prediksi rata-rata ada 300 siswa KMS yang melakukan pendataan,” katanya.

Bagi siswa yang sudah melakukan pendataan, imbuhnya, pada 17-18 Juni 2016 mendatang wajib melakukan pendaftaran di salah satu sekolah yang dipilih. Kemudian jika sudah dinyatakan diterima, maka juga diwajibkan melakukan pendaftaran ulang atau lapor diri pada 20-21 Juni 2016. (eri/ong)