MUNGKID-Hingga kemarin, jumlah korban mencapai enam orang. Itu berdasar-kan keterangan salah seorang korban, sesuai pengakuan Man. Namun, satu korban diantaranya tak bersedia mengakui tindakan tak senonoh Man. Korban rata-rata berusia 12-16 tahun. Sebagian besar masih setingkat SD dan SMP. Pelaku memaksa korban dengan ancaman dan kekerasan.

“Po-koknya, pelaku harus dihukum berat. Tetangga dekat, kok, tega seperti itu,” ungkap orang tua korban lainnya.

Sejak kasus tersebut dilaporkan ke Pol-sek Tempuran, tiga korban telah diperik-sa polisi. Polres Magelang juga telah menerima aduan tersebut. Namun, hingga kemarin belum ada laporan resmi.

“Masih sebatas aduan. Laporan resmi akan dibuatkan polisi setelah memenuhi beberapa pertimbangan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kor-ban, polisi menengarai tindakan pela-ku sebagai perbuatan cabul. Meng-ingat korban masih di bawah umur, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jika terbukti bersalah, pelaku te-rancam hukuman maksimal 15 ta-hun penjara.

“Kami masih dalamai perkara ini untuk membuktikan unsur tindak pidana oleh terduga pelaku,” jelas perwira pertama Polri itu. (ady/yog/c1)