GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SELAMATKAN DAGANGAN: Warga mencari barang yang tersisa akibat banjir rob yang merendam kawasan wisata Laguna Pantai Glagah, Kulonprogo, Kamis (9/6). Lebih dari 100 kios di Pantai Glagah tergenang banjir rob dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa.
KULONPROGO – Genangan rob akibat gelombang tinggi Laut Selatan yang menghantam kawasan objek wisata Pantai Glagah semakin tinggi dan meluas, kemarin (9/6). Sejumlah pedagang panik, dan langsung mengevakuasi semua barang dagangannya keluar dari kompleks Laguna Pantai Glagah. Kondisi serupa juga terlihat di Gunungkidul dan Bantul, DIJ serta Purworejo, Jawa Tengah
Di Kulonprogo, puluhan pe-dagang di sekitar Laguna Pantai Glagah, Temon bernasib nahas. Sebab, air laut naik hingga ke kios pakaian tak jauh dari laguna. “Kemarin sudah dinaikkan, tetapi sekarang airnya naik lagi, yang ada di gerobok basah semua.

Mau bagaimana lagi, nanti dibetulkan semoga masih layak jual,” ucap salah satu pedagang pakaian di kawasan Laguna Pantai Glagah Yanto di sela evakuasi barang dagangannya, kemarin (8/6)
Kepala Desa Glagah Agus Par-mono menjelaskan, dampak gelombang tinggi semakin me-luas, jika sebelumnya hanya sebagian saja kini seluruh warung tergenang. Kurang lebih ada 70-80 warung, bahkan mencapai seratusan warung dengan yang kecil-kecil. “Hari ini semakin parah, dua tambak udang di selatan Polair juga hampir jebol dihantam gelombang,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon-progo Gusdi Hartono menjelas-kan, dampak gelombang tinggi Laut Selatan dirasakan di empat wilayah selatan Kulonprogo.

Di antaranya Pantai Trisik, Bugel, Glagah, dan Congot. Di daerah Bugel, Panjatan gelombang pasang merusak lahan pertanian, warung, dan menara mercusuar. Di Pantai Trisik, Galur tujuh perahu terkena ombak dan rusak, lima tambak juga kena tapi udangnya bisa diamankan.

Gusdi mengungkapkan, ber-dasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIJ gelombang pasang masih akan terjadi be-berapa hari ke depan. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan. “Saat ini hanya mencoba mengantisipasi jangan sampai ada korban jiwa, dan kalau bisa mengurangi nilai kerugian ma-terial,” ungkapnya.

Ketua Tagana Dinas Sosial DIJ Doni Kristanto menuturkan, dari Rabu (8/6) pihaknya sudah melakukan pemantauan di seluruh pantai di DIJ, meliputi Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. Diungkapkan, me-ski gelombang besar saat titik pasang sebagian nelayan sudah terlihat siap menghadapi anca-man gelombang tinggi ini. Antara lain menyelamatkan perlengka-pan melaut, seperti jaring dan perahu dijauhkan dari bibir pantai sementara waktu.

“Logsitsik dapur umum belum dibutuhkan untuk di Kulon-progo dan Gunungkidul karena tidak ada yang berdampak langsung ke pemukiman. Dapur umum baru dibuat di Bantul, karena di sana ada satu titik pemukiman yang terdampak langsung dengan gelombang pasang ini,” ujarnya. (tom/gun/udi/ila/nn)