HARNUM KURNIAWATI/RADAR JOGJA
JEBOL: Beginilah kondisi salah satu kios di Terminal Kota Magelang yang ambrol akibat hujan lebat Rabu (8/6) lalu.
MAGELANG- Hujan lebat yang terjadi sepanjang sore hingga menjelang malam Kamis (9/6) mengakibatkan dua kios di Terminal Kota Magelang ambruk. Dua kios D20 dan D21 milik Masrofah (46) warga Genteng Bawang, Tempuran itu ambruk karena pondasinya longsor.

Menurut Masrofah, kala itu dia sedang beres-beres. Sesaat kemudian terdengar suara runtuh dari arah belakang kios. Mendengar suara runtuh, dia langsung keluar. Beberapa saat setelah itu lantai langsung ambrol ke bawah. “Yang terbawa longsor kompor, tabung gas, perabot, beberapa peralatan memasak,” katanya kemarin (10/6).

Dia menduga, longsor ini akibat tidak lancarnya saluran irigasi. Akibat aliran air yang deras, tanah di bawah bangunan labil. Ditambah pula kondisi bangunan yang tidak lagi bagus, sehingga kios ikut ambrol. “Lima bulan lalu saya pernah lapor ke petugas kalau tembok kios saya sudah retak-retak, karena tanah labil. Tapi, tidak ada respons. Saya juga pernah sampai 3 kali mengecor lantai, karena ambles,” ujarnya.

Pemilik warung makan dan agen tiket bus itu berharap, pihak pengelola terminal atau Pemkot Magelang bisa segera membangun kembali kiosnya. Apalagi, dia tidak memiliki pekerjaan lain selain ini. Sehingga menjadi satu-satunya mata pencaharian. Setiap tahun dia membayar sewa kios ini Rp 1,2 juta. “Saya berharap segera dibangun lagi dengan pondasi lebih kuat agar bisa jualan kembali,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang, Suko Tri Cahyo memastikan kejadian ini murni karena saluran irigasi tidak lancar. Menurutnya, dua kios yang terkena longsor ini kemungkinan besar akan dibangun kembali. “Bagi korban diharap bersabar menunggu hingga selesai,” ujarnya.

Pmilik kios dipastikan tidak bisa menempati kios di area terminal. Itu karena semua kios sebanyak 178 unit sudah terisi penuh. “Sebenarnya pada 2015 lalu baru saja dilakukan perbaikan gorong- gorong di lokasi longsor tersebut,” jelasnya. (nia/din/ong)