Ombak di Pantai Jatimalang, tepatnya di Desa Jatimalang, Kecamatan Purworejo, kembali normal kemarin (10/6). Masyarakat bisa melihat lokasi dengan nyaman, menikmati pemandangan baru di kawasan itu.

Seorang pedagang makanan di pantai itu, Wahyuni, mengatakan sepanjang hari tidak ada gejolak gelombang yang ekstrem. Ombak bisa dinikmati dan beberapa pengunjung terlihat mandi. “Sudah biasa lagi kok Mas. Tidak kayak kemarin-kemarin,” katanya.

Pantauan Radar Jogja, kondisi Jatimalang cukup memprihatinkan karena kondisinya tak lagi indah. Di beberapa titik permukaan pasir tak lagi rata. Di beberapa bagian juga terlihat tumpukan sampah.

Sementara itu, dampak gelombang pasang berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, kerugian dari sektor pembesaran udang mencapai miliaran rupiah.

“Laporan dari Desa Ketiwijayan (Kutoarjo) kerugian sampai Rp 2 miliar. Belum wilayah-wilayah yang lain,” kata Kabid Perikanan DPPKP Mukhadis. Angka itu sangat mungkin bertambah karena belum semua desa melaporkannya.

Terpisah, Kasi Kedarutatan BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki membenarkan jika air laut sudah mulai normal. Pihaknya belum turun ke lapangan, dan sementara berdasarkan keterangan kepala desa di Ketiwijayan (Kecamatan Kutoarjo) dan Desa Gedangan (Kecamatan Purwodadi). “Dari pagi kami akan ke lapangan, tapi karena ada longsor di Bruno, kami ke sana dulu,” katanya.

Sepanjang garis Pantai Purworejo, berdasarkan data yang ada terdapat 15 desa di tiga kecamatan. Pembudidayaan udang berada di sepanjang kawasan dan beberapa titik dibuat di tanggul pertama pantai. “Memang perlu penertiban, tapi perlu langkah bersama,” imbuh Sigit.(udi/laz/ong)