JOGJA – Gelombang tinggi yang menghantam perairan selatan pulau Jawa, Bali hingga Lombok pada 7-8 Juni kemarin terjadi akibat aktivitas bulan, bumi dan matahari yang berada dalam satu garis lurus
Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta, gelombang itu termasuk tertinggi sejak 2008. Diperkirakan gelombang masih akan tinggi mencapai empat meter hingga tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Jogjakarta Retno Wulan mengatakan, se-jajarnya posisi bulan, bumi dan matahari menyebabkan ber-kurangnya gravitasi yang ber-dampak pada munculnya po-tensi gelombang tinggi di laut.

Selain itu, tingginya gelombang juga dikarenakan perbedaan tekanan udara antara belahan bumi bagian selatan dan utara.Tekanan udara di bagian se-latan sekitar barat daya Benua Australia tekanannya mencapai 1.032 hecto Pascal.

Sedangkan di belahan bumi utara sekitar Benua Asia, tekanannya men-capai 900 hecto Pascal.

“Perbedaan tekanan ini berdampak pada kecepatan angin yang meningkat signifikan sekitar 14-40 kilometer per jam di daerah pantai,” paparnya kepada Radar Jogja kemarin (11/6).

Pihaknya memperkirakan, gelombang tinggi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. BMKG pun telah mem-berikan peringatan dini kepada instansi terkait. Khususnya ne-layan untuk tetap mewaspadai datangnya gelombang tinggi itu.

“Kami mengimbau untuk tidak melaut sampai keadaan kem-bali normal,” tandas Retno.(riz/pra/laz/ong)