DWI AGUS/RADAR JOGJA
PENUH PRESTASI: Derra Nur Anggraeni, siswi kelas IX SMPN 10 Jogja ini meraih nilai tertinggi dengan mendapatkan nilai rata-rata 394,0.

Belajar Bahasa Inggris dari Lirik Lagu, Paling Gemar Matematika

Pengumuman kelulusan SMP akhir pekan kemarin menjadi momen penting bagi Derra Nur Anggraeni. Siswi kelas IX SMPN 10 Jogja ini meraih nilai tertinggi Ujian Nasional (Unas) se-DIJ. Dari empat mata uji, dua di antaranya meraih nilai sempurna 100,0.

DWI AGUS, Jogja
SABTU pagi kemarin, ratusan siswa memadati aula SMPN 10 Jogja. Tampak tak biasa, mereka mengenakan pakaian adat Jawa. Begitu pula para guru. Ya, hari itu menjadi hari istimewa bagi seluruh siswa.

Setelah melalui unas, seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen. Kebahagaian ini juga menghinggapi Derra Nur Anggraeni. Tak hanya lulus, Derra menduduki ranking pertama nilai tertinggi se-DIJ.

“Tidak menyangka bisa rangking satu se-DIJ. Kalau target awal Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris dapat 100,0. Terus Bahasa Indonesia targetnya 98,0 saja,” kata Derra ditemui usai wisuda kelulusan.

Masih dengan perasaan tak percaya, Derra mengungkapkan kebahagiaannya. Baginya prestasi ini merupakan pencapaian penting. Apalagi anak kelahiran Bantul, 18 Agustus 2001 ini tidak menargetkan ranking pertama di
Jogjakarta.

Mampu mengerjakan dan mendapatkan nilai yang dia targetkan saja itu sudah sangat bagus. Dari empat mata uji hampir seluruhnya mendapatkan nilai rata-rata 394,0. Untuk Bahasa Indonesia mendapatkan nilai 98,0; Bahasa Inggris 96,0; sedangkan Matematika dan IPA mendapatkan nilai 100,0.

Uniknya, untuk mendapatkan hasil terbaik ini, Derra tidak ikut les privat. Dia hanya mengikuti bimbingan yang diadakan oleh sekolahnya. “Kemarin belajarnya teratur dari jam tujuh sampai Sembilan malam, minimal membaca. Lalu salat tahajud, setelah itu itu belajar sampai Subuh,” kata siswi yang bercita-cita menjadi dosen ini.

Dari semua mata pelajaran, dia paling suka Matematika. Baginya pelajaran ini menyenangkan. Terbukti sejak duduk di bangku sekolah dasar dia menggemari mata pelajaran ini. Bahkan selama bersekolah di SMPN 10 Jogja, nilai rapor matematikanya selalu 10.

“Memang susah, tapi jangan menyerah untuk mencoba. Kalau salah dipelajari lagi, asal paham dengan rumusnya. Matematika itu ilmu pasti kalau sudah mempelajari pasti bisa,” kata penggemar B.J. Habibie ini.

Untuk Bahasa Inggris, anak kedua dari tiga bersaudara ini memiliki cara unik. Tak hanya belajar dari buku, tapi dari musik berbahasa Inggris. Menurutnya, musik tidak hanya indah didengarkan tapi juga bisa buat belajar.

Salah satu musisi yang menjadi favoritnya adalah grup musik One Direction. Tidak hanya sekadar menghafalkan lirik, Derra juga belajar pengucapan dan bendahara kata. Itu menjadi salah satu cara efektif untuk mendalami Bahasa Inggirs.

“Apalagi kalau senang dengan lagunya, perlahan juga memahami. Cari di kamus artinya. Cara asyik belajar bahasa Inggris pakai lagu lirik asing,” kata siswi yang pernah meraih juara pertama Cerdas Cermat Koperasi DIJ 2015 lalu.

Untuk jenjang selanjutnya, Derra ingin melanjutnya ke SMAN 1 Jogja. Saat ini dia tengah mencari informasi mengenai pendaftaraan di sekolah favoritnya ini. Dukungan tentu diberikan oleh orang-orang terdekatnya.

Sang bapak Nuryanto Basuki, 47, yang mengantarkan anaknya mengaku terharu. Meski berangkat dari keluarga sederhana, tapi tidak mematahkan semangat Derra untuk menimba ilmu. Bahkan sehari-harinya, Derra rela mengayuh sepeda dari rumah sampai sekolahnya.

“Berangkat dari rumah di Gandok, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Kurang lebih jaraknya ada empat kilometer dan sudah dari kelas VII berangkat naik sepeda,” ungkap pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini.

Kesederhanaan memang ditanamkan oleh Nur, sapaannya. Dengan fasilitas seadanya, Nur selalu memenuhi kebutuhan belajar sang anak. Dia justru mendukung dan tidak merasa terbebani dengan semangat anaknya ini.

Nur mengakui, anaknya tergolong kutu buku. Tidak bisa lepas dari hobinya membaca buku. Bahkan kebiasaan ini telah ditunjukan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tentang potensi sang buah hati, Nur diberitahu oleh guru TK anaknya.

“Saya selalu berpesan agar tidak usah malu akan kondisi saat ini. Terpenting terus belajar dan membuat orang tua bangga. Saya sangat bangga sekali,” ujar suami Parginem, 44, ini.

Wali kelas Derra, MG Nugraheni Rahayu S.Pd mendukung prestasi anak didiknya ini. Menurutnya selama di kelas, Derra tergolong siswi yang pendiam. Sehingga jika tidak mengenal, tidak menyangka memiliki prestasi yang membanggakan. (dwi/ila/ong)