GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SLEMAN – Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di DIJ belakangan ini kerap menimbulkan kekhawatiran. Ditambah dengan siklus aktivitas aktif Merapi dalam rentang waktu empat tahunan yang membuat warga harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Sampai dengan kemarin (12/6), kondisi Merapi berstatus aktif normal. Meski bersatus normal, bukan berarti Merapi tidak memiliki ancaman. Ancaman Merapi di tengah cuaca ekstrem yakni keberadaan banjir lahar dingin yang terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito menjelaskan, intensitas hujan masih terjadi di kawasan utara. Bila intensitasnya tinggi, ancaman yang dihadapi yakni banjir lahar dingin.

“Masih ada 25 juta kubik di atas,” jelasnya Juli.

Guna memantau aktivitas Merapi, saat ini terpasang 13 closed circuit television (CCTV) di berbagai sektor. Keberadaan CCTV itu nantinya untuk mengetahui kondisi terkini puncak Merapi.

Dari pantauan CCTV kemarin terlihat kondisi Merapi cukup normal. Dari gambar tampak kondisi puncak Merapi terdapat kubangan di sejumlah tempat. Kubangan-kubangan tersebut kerap kali terisi air bila intensitas hujan tinggi.

“Kubangan itu merupakan kawah yang terbentuk oleh letusan pada 2010 silam. Jika air kubangan tersebut penuh makan akan mengalir ke sungai yang berhulu di Merapi seperti Sungai Gendol,” jelasnya.

Terkait dengan siklus aktivitas Merapi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Pemkab, jelasnya, akan melakukan sosialisasi terkait arahan-arahan yang diberikan oleh BPPTK terkait dengan status Merapi.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) untuk selalu meningkatkan kewaspadaan meski kondisi Merapi dalam keadaan normal. Kesiapan untuk menghadapi bencana yang dapat dilakukan yakni dengan menempatkan surat-surat berharga dalam satu tas.

“Ini sebagai tindakan preventif saja. Saya yakin warga di Lereng Merapi sudah lebih siap dalam menghadapi bencana,” jelasnya.(bhn/pra/ila/ong)