CARI PEMBELI: Pelatih Bola Voli Putra DIJ Putut Marhaento terus berusaha mencari dana agar mampu mengirimkan tim ke PON 2016 Jabar. Salah satunya dengan menjual mobil kesayangannya.
JOGJA–Rencana Pelatih Bola Voli Putra DIJ Puthut Marhaento untuk menjual mobil kesayangannya guna membiayai keberangkatan tim ke PON 2016 Jabar belum kesampaian. Hingga siang kemarin, Mobil Daihatsu Luxio berwarna hitam keluaran tahun 2011 tersebut belum diminati pembeli. Padahal mobil tersebut hanya dibanderol dengan harga Rp 95 juta.

“Kami butuh dana yang tidak sedikit untuk bisa memberangkatkan tim di PON Jabar,” kata Putut, kemarin.

Putut melego mobil pribadinya untuk membiayai pendaftaran ke PB PON yang akan berakhir pada 15 Juni mendatang. Tim Bola Voli Putra DIJ lolos ke PON Jabar setelah menjadi runner up Kejurwil se-Jawa. Menurut kriteria dari PB PON, tim Bola Voli Putra DIJ berhak lolos ke ajang PON XIX Jabar.

KONI DIJ mempunyai kriteria lain. Mereka yang dibiayai secara penuh adalah yang berhasil menjadi juara Pra-PON 2016. Dengan posisi sebagai runner up, maka tim bola voli harus berangkat sebagai salah satu cabor mandiri. Pengda PBVSI DIJ wajib setor dana ke KONI DIJ sebesar 50 persen dari semua biaya yang dibutuhkan.

Menurut Putut, target masuk bisa menembus final tidak terlalu berlebihan. Dari 12 tim yang lolos ke PON XIX Jabar nanti, peta kekuatannya masih berada di Jawa. Apalagi, tim putra DIJ hanya kalah saat final dalam kualifikasi kejurwil se-Jawa yang diadakan di Sleman tahun lalu.

“Apapun akan saya lakukan demi prestasi bola voli DIJ,” ujar Putut.

Jajaran pelatih yang berjumlah tiga orang dan 12 pemain bola voli DIJ tidak menerima gaji. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap bisa tampil di ajang PON XIX Jawa Barat. Putut beserta jajaran pengda PBVSI siap untuk “gotong-royong” untuk memberangkatkan tim ke PON Jabar. (cr4/dem/ong)