Harnum Kurniawati/Radar Jogja
HARGA NAIK: Imbas gelombang tinggi sehingga nelayan banyak yang tidak melaut, menjadikan pasokan ikan laut ke pasaran berkurang, Harga pun menjadi naik, sekitar Rp 2.000- Rp 5.000,-
MAGELANG – Gelombang tinggi yang menerjang pesisir pantai selatan, mulai berimbas dengan naiknya harga beberapa jenis ikan segar di pasar tradisional seperti Rejowinangun, Kota Magelang. Umumnya kenaikan antara Rp 2.000-Rp 5.000,-
Salah seorang pedagang, Eko Nugroho, 38 mengaku kenaikan harga disebabkan kurangnya pasokan ikan ke pedagang di kota ini. Hampir tiga hari, beberapa jenis ikan segar seperti tengiri yang dijual Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp. 55 ribu per kilogram, ikan tongkol naik dan bandeng Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

“Yang paling kelihatan mahalnya, ya jenis udang dan cumi- cumi. Naiknya sampai Rp 8.000 dari harga sebelumnya Rp 45 ribu dan Rp 43 ribu per kilogramnya,” katanya saat ditemui di kiosnya kemarin (13/6).

Menurut Eko, kurangnya pasokan itu disebabkan gelombang laut yang tinggi. Ini berdampak dengan tidak melautnya para nelayan, sehingga tidak dapat menyuplai ke pedagang seperti biasanya.

“Biasanya dapat ikan dari daerah Jogja dan sekitarnya. Namun mungkin juga nelayan di semua wilayah juga tidak berani untuk melaut,” imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Painem, 45, penjual ikan lainnya. Meski harga mulai naik, para pembeli cenderung tetap membeli. Ini karena harganya masih terjangkau dibanding harga daging sapi maupun daging ayam.

“Meski pasokan sedikit dan harga nai, alhamdulilah masih bisa laku. Soalnya, ketimbang harga daging sapi dan daging ayam, harga ikan masih bisa dijangkau,” tandasnya. (nia/laz/ong)