Adi Daya Perdana/Radar Jogja
ORA NGERTI WEKTU: Dua tersangka yang ditangkap polisi karena nyabu di bulan Ramadan.
MUNGKID – Tiga tersangka berhasil dibekuk Satuan Narkoba Polres Magelang. Mereka diduga memiliki dan mengonsumsi sabu-sabu di lokasi berbeda. Dua tersangka ditangkap pada Ramadan ini, sementara satu lagi akhir Mei lalu.

Dua tersangka itu diringkus persis sebelum dan sesudah berbuka puasa. Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan sabu-sabu 3,52 gram. Mereka akan dijerat Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Jika terbukti, mereka terancam hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun serta denda minimal Rp 800 juta,” kata Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sumbodo kemarin (13/6).

Ketiga tersangka itu adalah Budi Hartanto, 47, Eko Budi Sujarwo, 27, dan Dani Sulistyo, 30. Budi merupakan warga Kecamatan Muntilan, sementara Eko dan Dani warga Kecamatan Mertoyudan. “Ketiga pelaku bukan satu kelompok, mereka punya pasangan sendiri untuk nyabu,” jelasnya.

Budi Hartano ditangkap di rumah kontrakan di Desa Pucungrejo, Muntilan. Dari rumah kontrakan itu polisi mendapatkan banyak barang bukti. Seperti dua paket sabu kecil seberat 1,32 gram, satu pipet kaca, tiga korek api, satu sedotan plastik, satu batang lidi, buku ATM BCA, dan HP Ever Cross.

Tersangka kedua Eko Budi ditangkap di Desa Banjarnegoro, Mertoyudan. Dari tangan Eko Budi, polisi menyita satu paket sabu 1 gram, bong berisi sisa sabu, dan dua buah HP merek Oppo dan Samsung. Dani Sulistiyo ditangkap polisi di sebuah kios di Blondo, Mungkid, berikut barang bukti tiga paket sabu 1,24 gram.

Kasat mengatakan, selama dilangsungkan operasi penyakit masyarakat (Pekat) 31 Mei-13 Juni berhasil menangkap dua tersangka narkoba Eko dan Dani. Pihaknya menargetkan menangkap tiga tersangka.

Namun demikian baru berhasil menangkap dua orang. “Selama Operasi Pekat, kami berhasil menangkap dua dari target kami tiga,” katanya.

Eko Budi mengatakan, sabu-sabu tersebut diperoleh dari Salatiga. Setiap gramnya dibeli Rp 1,2 juta. Barang itu kemudian dipakai bersama temannya.

“Tapi, sebelum saya ditangkap, teman saya telah pergi duluan. Saya sendiri sudah nyedot 12 kali sebelum ditangkap,” katanya.

Atas kejadian ini dia mengaku kapok. Terlebih lagi ia tertangkap saat Ramadan. Ia mengaku setiap minggu dipaksa temannya untuk memakainya. “Saya pakai karena dipaksa teman,” katanya. (ady/laz/ong)