Harnum Kurniawati/Radar Jogja
OPERASI PASAR: Masyarakat langsung menyerbu operasi pasar (OP) yang digelar Perum Bulog Divre Kedu di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, kemarin (13/6). Gula pasir dan bawang putih langsung ludes, selain daging sapi jadi alternatif.
MAGELANG – Baru setengah jam Perum Bulog Divre Kedu menggelar operasi pasar (OP), gula pasir dan bawang putih langsung habis terjual. Ini karena harga di pasaran kedua komoditas itu masih mahal.

Dalam OP tersebut, harga-harga yang dijual berada di bawah pasar. Misalnya gula pasir dijual Rp 12.500 per kilogram, sementara bawang putih Rp 30 ribu per kilogram.

“Pembelian sudah kami batasi, namun tetap paling laris,” kata Wakil Kepala Perum Bulog Divre Kedu Joko Pamungkas di sela OP di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, kemarin (13/6).

Joko mengatakan, selain dua komoditas itu pihaknya juga menyiapkan minyak goreng, beras dan daging sapi. Ini kali pertama mendatangkan daging sapi pada OP dengan harga Rp 85 ribu per kilogram.

Harapannya, lanjut Joko, dapat menurunkan harga daging di pasaran. Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional kini berkisar Rp 110 ribu per kilogram.

Di operasi ini, dijual daging sapi impor beku Rp 85.000/kg. “Meski beku, daging ini juga termasuk segar karena baru sekitar dua hari lalu dipotong di Jakarta. Kami terima daging ini lewat pengiriman dari Semarang,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada pola pikir di masyarakat bahwa daging segar lebih enak dibanding beku. Padahal daging beku lebih higienis dari daging segar yang banyak dijual di pasar tradisional.

Selama OP, pihaknya menyediakan sekitar satu ton daging sapi. Sejauh ini masih tersisa cukup banyak dan akan terus digelar operasi pasar sampai harga di pasaran turun.

“Kuman atau bakteri di dalam daging akan mati ketika daging dibekukan. Otomatis lebih higienis. Daging ini berasal dari sapi yang diimpor dari Australia, tapi dipotong di dalam negeri,” katanya.

Joko menambahkan, tidak hanya di Kota Magelang, Bulog juga menggelar operasi pasar di wilayah Kabupaten Magelang. Selama tiga hari pertama Ramadan, OP di daerah Salaman dan tiga hari berikutnya di daerah Tegalrejo. Responsnya cukup bagus, masyarakat langsung berbondong-bondong ke lokasi OP.

“Kami lihat kondisi terlebih dahulu. Kalau masih ramai, kami akan teruskan OP. Termasuk melihat juga perkembangan harga di pasar, kalau sudah turun OP akan kami sudahi,” jelasnya.

Rahayu, warga Kauman, Kota Magelang, mengaku senang dengan adanya operasi pasar daging dan beberapa bahan pokok ini. Menurutnya, OP cukup membantu pemenuhan kebutuhan keluarganya di saat harga melambung naik.

“Di pasar harga daging dan gula pasir masih mahal. Lumayan selisih harga daging banyak, sampai Rp 25 ribu per kilogram,” ungkapnya. Rahayu sendiri membeli daging satu kilogram dan gula pasir dua kilogram. (nia/laz/ong)