HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MENGGELIAT LAGI: Para pelaku wisata di laguna Pantai Glagah mengembalikan wahana bebek air pasca gelombang tinggi yang menerjang kawasan itu.
KULONPROGO-Gelombang pasang (rob) yang menerjang kawasan objek wisata Pantai Glagah sudah mereda. Karena itu, para pedagang dan pemilik kawasan wisata ini mulai berbenah. Padahal, sejumlah lapak pedagang, khususnya di sekitar laguna masih tergenang air sisa rob.

Sugiyatno, salah seorang pemilik fasilitas wisata mengatakan, delapan perahu pedal mini miliknya sudah mulai diangkut kembali ke lokasi semula di sisi selatan laguna. Saat terjadi ombak besar beberapa hari lalu, perahu-perahu mainan ini sempat hanyut terbawa arus hingga ke sisi utara laguna. “Tidak ada yang rusak. Tapi belum mulai beroperasi. Biar airnya surut dulu,” katanya kemarin (13/6).

Karyawan warung makan Yu Gun Ismaryati mengungkapkan, saat puncak rob yang terjadi Kamis (9/6) lalu, limpahan air laut sempat masuk ke warungnya setinggi sekitar 30 sentimeter. Barang-barang peralatan memasak bahkan kulkas dan freezer pun terpaksa harus diungsikan. “Sudah mulai buka kendati menunya belum lengkap, sementara baru menyediakan minuman-minuman dan mi instan. Buka normal dengan menu lengkap mungkin beberapa hari lagi,” ungkapnya.

Kepala BPBD Kulonprogo Gusdi Hartono menyatakan, pihaknya telah membuat nota dinas kepada bupati untuk penanganan dampak gelombang tinggi beberapa waktu lalu. Koordinasi lebih lanjut terkait penanganan juga masih dilakukan. “Gelombang pasang melanda Pantai Trisik, Bugel, Glagah, Congot, Karangwuni, dan Pasir Mendit. Namun belum ada estimasi nilai kerugiannya,” jelasnya. (tom/din/ong)