Dewi/Radar Jogja
AGAR JAGA FISIK: Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto bersama manajemen harus pandai membuat program agar libur turnamen ISC Seri B 2016, yang bertepatan dengan bulan puasa. Kondisi fisik, semangat, dan mental para pemain harus tetap terjaga.
JOGJA-Porsi latihan punggawa PSIM Jogja memang dikurangi selama bulan puasa ini. Namun tidak lantas mereka kehilangan momen untuk melatih kemantapan tim dan menjaga stamina. Untuk itu, selain diisi dengan latihan fitness, manajemen dan tim pelatih juga memprogramkan safari try out dengan tim-tim lokal di DIJ.

Manager PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengatakan, selama libur puasa ini pihaknya memang tidak mengagendakan berlatih tanding dengan tim selevel. Uji coba tetap dilakukan, namun fokus dengan tim-tim lokal yang ada di DIJ.

“Nanti anak-anak akan keliling try out, semacam safari. Sekaligus menyapa masyarakat DIJ,” katanya, kemarin (13/6).

Dikatakan, agenda safari try out sudah dimulai akhir pekan lalu, dengan menyambangi tim lokal Bantul. Safari dengan tim-tim lokal ini akan dilakukan seminggu dua kali. Rencananya, tim-tim lokal di Kulonprogo dan Gunungkidul akan disambagi Pangeran Biru untuk berlatih tanding.

Ditegaskan, meski libur pertandingan di ajang Indonesia Soccer Chamipionship (ISC) Seri B 2016 ini, tim tetap harus menjaga kematangan dan kekompakan. Tidak hanya menjaga fisik dengan latihan ringan dan fitnes.

“Uji coba tetap harus ada, meskipun ranahnya hanya bersama tim-tim lokal. Itu juga kesempatan bagi tim PSIM muda ini. Terutama bagi pemainnya untuk memiliki peluang membela tim,” tuturnya.

Terpisah, Allenatore Erwan Hendarwanto mengatakan, latihan fitness memang diprogramkan setiap malam untuk menjaga fisik dan stamina para pemain selama bulan puasa ini. Sedangkan latihan teknik tetap ada porsinya meski tidak sebanyak hari normal.

“Latihan teknik tetap kami lakukan di Stadion Kridosono, dengan latihan small side game,” ujarnya.

Menurutnya, Johan Arga dan kawan-kawan tetap harus digojlok teknik dan permainannya, mengingat ada beberapa kelemahan yang masih menjadi kendala di beberapa pertandingan. Seperti finishing touch yang selama ini masih jadi persoalan, baik saat melakoni laga tandang maupun kandang.

“Koordinasi meambangun serangan sudah baik, namun finishing touchnya yang masih saja lemah,” tandas Erwan.(dya/dem/ong)