SLEMAN – Prestasi pendidikan di Kabupaten Sleman selalu bersaing dengan Kota Jogja. Namun, untuk hasil ujian nasional (unas) tingkat SMP tahun ini, Sleman harus puas di posisi kedua. Dengan rata-rata nilai 261,17.

Anggota Komisi D DPRD Sleman Budi Sanyata menilai, capaian unas siswa-siswi Sleman setiap tahun selalu memuaskan. Namun, hasil itu belum cukup jika melihat prestasi yang selalu berada di bawah bayang-bayang capaian Kota Jogja. Politikus PDIP itu melihat harus ada sesuatu yang diubah. Strategi pendidikan di Sleman harus diperbaharui. Agar tahun depan bisa unggul dari Kota Jogja.

“Ini jadi ‘PR’ bersama pemerintah dan masyarakat. Ke depan, pendidikan di Sleman harus dikemas semenarik mungkin untuk mendongkrak prestasi siswa,” ujar Budi kemarin (13/6).

Bagi Budi, sekolah-sekolah di Kota Jogja lebih menarik. Terbukti, tak sedikit warga Sleman yang rela pindah KTP hanya supaya anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan di Kota Jogja tanpa khawatir terkena pembatasan kuota. Itu terjadi hampir merata di setiap tingkatan, mulai SD sampai SMA.

“Lihat saja, banyak lulusan SD terbaik di Sleman pilih melanjutkan ke SMP favorit di Kota Jogja. Misalnya, SMPN 10 atau SMPN 8,” ungkapnya.

Sleman memang memiliki sekolah unggulan, yang bukan hanya terbaik di DIJ, tapi bahkan paling bagus secara nasional. Yakni SMPN 4 Pakem. Namun, akses menuju sekolah yang berlokasi di Jalan Kaliurang ujung utara itu cukup sulit dijangkau siswa. Karenanya, banyak lulusan SD pilih bersekolah ke Kota Jogja.

Budi berpendapan, Pemkab Sleman seharusnya bisa menciptakan sekolah-sekolah unggulan seperti SMPN 4 Pakem. Atau setidaknya selevel SMPN 1 Godean, yang juga favorit bgi siswa di sisi barat Kabupaten Sleman.

Sekadar diketahui, SMPN 4 Pakem rutin menjadi peringkat pertama di DIJ untuk nilai unas tertinggi, seperti tahun lalu.

“Ini artinya sekolah-sekolah di Sleman memiliki kualitas unggulan. Dengan catatan, manajemen di setiap sekolah dikemas tertib dan bagus,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Arif Haryono berdalih, besarnya jumlah sekolah dan murid menjadi penyebab Sleman selalu di bawah Kota Jogja. Arif menyebut, jumlah SMP/MTs sebanyak 136 sekolah. Dengan total jumlah siswa mencapai 14 ribuan.

“Tentu saja itu berpengaruh kalau dikaitkan dengan rata-rata nilai unas secara keseluruhan. Jumlah siswanya terbanyak di DIJ,” jelasnya.

Secara umum, Arif mengaku puas dengan prestasi yang dicapai siswa-siswi Sleman. Sebab dari sisi kualitas, tidak semua SMP memiliki kemampuan secara merata. (bhn/yog/ong)