BANTUL – Aksi tipu-tipu yang dilakukan Saiful Mahmud cukup canggih. Betapa tidak, warga Bandongan, Magelang, Jawa Tengah ini nekat menggunakan KTP palsu untuk mengelabui calon korbannya. Canggihnya lagi, pria berusia 34 tahun ini juga memanfaatkan situs jual-beli online untuk melancarkan aksinya.

Kendati demikian, sepandai tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Ya, Jum’at (3/6) lalu aksi tipu-tipu Saiful ini berhasil terbongkar.

Fahmila Ilma Firdaus, 20, salah satu korban penipuan Saiful menceritakan, pertengahan Mei lalu dirinya menyewakan kamera DSLR miliknya. Tak hanya kepada teman-temannya, warga Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon ini juga menawarkannya melalui salah satu situs jual-beli online.

“Kemudian direspon oleh pelaku. Lalu kami komunikasi via SMS,” ucap Fahmila di mapolsek Sewon, kemarin (14/6).

Keduanya kemudian bersepakat bertemu di sekitar Jalan Parangtritis. Kala itu, Fahmila yakin dengan tawaran yang disampaikan Saiful. Selain uang sewa, Saiful juga menyerahkan KTP, STNK, dan kartu identitas lainnya.

Celakanya, setelah batas sewa habis nomor ponsel Saiful tak bisa dihubungi. Tak ingin kehilangan barang miliknya, Fahmila kemudian menelusuri alamat KTP, dan STNK yang diberikan Saiful. Hanya, hasilnya nihil.

Kendati begitu, Fahmila tak patah arang. Dia mencoba menyebar informasi penipuan yang menimpa dirinya di salah satu situs jual-beli online.

“Awalnya, ada orang Semarang yang merespon. Dia juga korban Saiful ternyata,” ungkapnya.

Nah, berkat informasi via situs jual-beli online ini pula terjaring 11 orang yang pernah menjadi korban Saiful. Dari saling curhat antarkorban ini juga diketahui, ada beberapa identitas yang digunakan Saiful untuk melancarkan aksinya.

Kanit Reskrim polsek Sewon Iptu M. Darban menyatakan bahwa kepolisian bergerak setelah mendapat seabrek informasi perihal aksi Saiful dengan melobi sejumlah tempat persewaan kamera. Termasuk beberapa identitas yang kerap digunakan Saiful.

“Akhirnya kami amankan saat dia mau nyewa di salah satu rental,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Saiful membuat KTP dan identitas lainnya sendiri. Bahan-bahan identitas palsu ini diperolehnya melalui internet.

“Pakai fotonya,” tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, belasan lembar KTP, kamera GoPro, playstation, dan kamera DSLR. Atas perbuataanya, Saiful dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.


Pelaku menjual barang hasil tipuannya di situs online,” tuturnya.(zam/ong)