JOGJA-Dana hibah dari Pemprov DIJ untuk KONI yang telah ditunggu-tunggu akhirnya cair. Dana sebesar Rp 20 miliar ini akan segera dialokasikan sesuai skala prioritas yang telah dibuat. Diantaranya untuk pembayaran tiga bulan biaya latihan dan uang saku atlet pemusatan latihan daerah (Puslatda) unggulan dan regular, mulai April lalu.

“Sudah masuk rekening KONI,” kata Ketua Bidang Perencanaan Anggaran KONI DIJ Solikhin, kemarin (14/6).

Dijelaskan, uang saku latihan atlet dan pelatih Puslatda unggulan dan regular seharusnya sudah dibayarkan sejak April lalu. Namun karena dana belum juga cair, maka pembayaran latihan tertunda. Rencananya dalam minggu ini, pembayaran latihan akan menjadi prioritas utama yang akan diselesaikan KONI DIJ.

“Itu uang saku atlet, untuk transport dan juga ekstra fooding. Kami akan menprioritaskan itu dulu, agar atlet dan pelatih juga bisa lega,” tuturnya.

Selain pembayaran uang saku atlet, dana hibah tersebut akan digunakan untuk pembayaran alat bertanding para atlet. Dari 43 cabang olahraga (cabor) yang lolos, hingga kini baru tercatat 14 cabor yang mengajukan pengadaan alat bertanding.

Ditambahkan, hasil rekap sementara, untuk pembayaran usulan alat bertanding dari 14 cabor ini sudah mencapai angka lebih dari Rp 2 miliar. Cabor yang mengusulkan antara lain balap sepeda, taekwondo, panahan, kempo, karate, tarung derajat, dan aeromodeling.

“Kami mengupayakan produknya yang kualitas satu. Memang tidak murah dan beberapa harus pesan dari luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu, prioritas lainnya yang segera akan diselesaikan yakni pembayaran pembuatan seragam kontingen yang mencakup 13-14 item. Itupun sudah dipesan sejak 6 bulan lalu, karena jumlahnya yang banyak tidak bisa hanya diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan.

“Sedangkan prioritas selanjutnya yakni pembayaran kontribusi keikutsertaan atlet dalam PON 2016,” jelasnya.

Sementara itu, hingga kemarin baru ada 15 atlet dari enam cabor yang menyelesaikan pembayaran pendaftaran. Terdiri dari cabor wushu sebanyak empat atlet, gulat (satu atlet), binaraga (satu atlet), yudo (satu atlet, menembak (satu atlet), dan bulutangkis sejumlah empat atlet. Sementara jumlah total atlet mandiri tercatat ada 171 orang.

“Mungkin dalam satu dua hari kedepan yang lain akan menyusul,” tandasnya.(dya/dem)